Pranala.co.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo bakal memberlakukan pajak kepada Pengusaha Sarang Burung Walet, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melalui pantauan media online perlu diketahui, pengusaha Walet di Provinsi Gorontalo khususnya di Kabupaten Gorontalo mulai banyak digandrungi dan diminati oleh masyarakat. Karena hal ini, merupakan peluang bisnis yang bisa sangat menguntungkan bagi mereka yang mau dan berbisnis di bidang ini.

Kemudian, seiring banyaknya pengusaha walet yang menjamur, membuat Pemerintah Kabupaten Gorontalo melirik usaha bisnis ini dengan nantinya bakal menerapkan pajak sebagai peningkatan pendapatan daerah.

“Pemkab Gorontalo akan menerapkan Pajak Burung Walet Tahun ini untuk dana pembangunan,” Ungkap Bupati Gorontalo usai kunjungan di Desa Buhu Kecamatan Telaga Jaya, Rabu (11/3/2021).

Bupati Kab.Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, intinya dari pajak yang bakal di berikan ini belum langsung diterapkan namun terlebih dahulu mendorong agar para pengusaha Walet membenahi usahanya agar produktif dan nantinya pemerintah bakl juga melakukan sosialisasi.

“Kalau tidak produktif kita tidak bakal Lakukan,” ujarnya.

Bupati Kab. Gorontalo Nelson pomalingo menambahkan, memang sebelumnya terkait pembahasan soal bakal soal pemberlakuan pajak terhadap burung walet ini sudah dilakukan dan memang sudah ada dalam aturan Peraturan Daerah (Perda).

Wakil Bupati Kab. Gorontalo Hendra S. Hemeto menjelaskan, Pemberlakukan pajak yakni berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2020, tetapi sebelum menerapkan Pajak ini secara menyeluruh Pemda telah melakukan sosialisasi dan pemahaman terhadap 100 pengusaha burung Walet, di Hotel Aston, kemarin rabu (10/03/2021).

“Kegiatan ini memberikan pemahaman pada pengusaha tentang, pajak daerah agar pemilik pengusaha sarang burung walet tau, agar meningkatkan kepatuhan dan kejujuran potensi penerimaan pajak ini cukup menjanjikan,” kata Hendara.

Lanjut kata Hendra, Potensi besar pajak melihat banyaknya sarang walet yang ada di Kabupaten Gorontalo, tercatat ada 288 orang pengusaha sarang walet di 18 Kecamatan di Kabupaten Gorontalo.

“Untuk meningkatkan pajak ini butuh Ekstensifikasi pendapatan asli daerah dengan melihat potensi objek pajak,” tandasnya.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Roswati Lasimpala, juga menjelaskan, pada saat itu sosialisasi didasari oleh Undang-undang nomor 28 tahun 2009 terkait pajak dan retribusi daerah, Perda nomor 55 2016 ketentuan umum dan tata cara memungutkan pajak daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, Perda nomor 8 tahun 2020 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran tahun 2021, dan Peraturan Bupati nomor 48 tahun 2020 tentang penjabatan pendapatan anggaran belanja daerah tahun anggaran 2021.

Pewarta : Agung Nugraha

%d blogger menyukai ini: