Pranala.co.id (Gorontalo) – Generasi milenial sangat diperhitungkan pada tahun politik sekarang ini. Generasi yang kini menjadi sasaran empuk bagi politisi-politisi yang ingin mengajukan diri sebagai perwakilan rakyat. kondisi idealis pemuda yang mudah sekali dipengaruhi tentang keberpihakan.

Dengan peran generasi milenial sebagai pemilih yang memiliki sumbangsih terhadap suara hasil pemilihan yang cukup besar, maka posisi generasi milenial menjadi sangat strategis untuk menjadi objek sasaran pemungutan suara.

Dita Anggraini Polapa, Salah satu tokoh pemuda yang mewakili perempuan itu mengatakan, Tahun Politik kali ini hingga kedepan ialah tahun politik milenial.

“Milenial sangat memiliki posisi strategis dalam dunia perpolitikan, karena mereka sangat dibutuhkan. Entah melalui ide maupun gagasan yang cukup terbuka, serta kreativitas mereka yang tinggi, inovatif dan tidak ketinggalan perkembangan iptek. ” tuturnya Rabu (23/10/2019)

Lanjut Dita, Berkaca pada pemilihan legislatif kemarin, tidak bisa dipungkiri masih banyak milenial yang terbilang apatis terhadap politik, hal itu tentunya bisa dilihat dengan adanya perwakilan rakyat yang menduduki parlemen hari ini didominasi oleh golongan orang tua.

“Di Gorontalo, terbilang masi minimnya pendidikan politik sehingga mengakibatkan milenial lebih sedikit yang menduduki kursi diparlemen “tutur Dita.

Sebagai tokoh pemuda, Dita pun berharap pendidikan politik di gorontalo bisa lebih dioptimalkan lagi, sehingga milenial sebagai generasi yang tentunya menawarkan masa depan, bisa mengaplikasikan ide dan gagasannya sebagai perwakilan rakyat.

“Jika milenial lebih mendominasi parlemen dalam hal ini sebagai legislatif, tentu itu akan lebih asik lagi, namun, harus ada juga orang tua yang menjadi pembanding ataupun penyeimbang didalamnya.” Tuturnya.

“Untuk milenial tentunya janganlah bersikap apatis terhadap politik, karena melalui politik tentunya dapat menentukan kebijakan – kebijakan serta arah pembangunan sebuah daerah hingga kedepan” Tutup Dita.