Pranala.co.id-Di era pandemi covid 19, tidak membuat Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, berhenti berkarya, di era sesulit ini justru menjadi sebuah lokomotif untuk berkarya.

Pasalnya, legislatifnya desa itu sukses menggagas dan melahirkan satu inovasi peraturan desa (Perdes).

Perdes ini telah resmi disahkan melalui rapat paripurna Bersama pemerintah desa, Minggu (11/7/2021). Perdes itu tentang pemberdayaan Penyandang Disabilitas. Menariknya, gagasan melahirkan dan mensahkan Perdes Pemberdayaan penyandang disabilitas ini pun sudah dipastikan pertama di provinsi Gorontalo.

Ketua BPD Desa Pilohayanga, Helmi Daud, berharap, dengan disahkan Perdes itu menjadi sebuah pijakan aturan di tingkat desa yang diharapkan dapat melindungi atas hak-hak dan perlindungan bagi kaum disabilitas.

Kata Helmi, Perdes tersebut lahir atas usul inisiatif BPD berdasarkan aspirasi dari masyarakat. Bahwa hak untuk maju itu tidak sekedar milik orang-orang normal, tapi kaum disabilitas harus punya kesempatan yang sama untuk maju.

“Hal inilah yang menjadi semangat kami dalam membuat Perdes Pemberdayaan kaum Disabilitas, sehingga kedepan dalam perumusan RAPBDes pemerintah desa wajib menganggarkan untuk alokasi pemberdayaan disabilitas di desa Pilohayanga,” ungkap Helmi.

Dalam Perdes tersebut, jelas Helmi, salah satu program prioritas pemerintah desa wajib membangun fasilitas bagi penyandang disabilitas berupa rumah.

Fasiltas rumah itu tak hanya menjadi tempat tinggal untuk menghabiskan waktu namun lebih pada rumah yang bakal dijadikan pusat pelatihan kaum disabilitas untuk berkarya.

“Rumah ini menjadi pusat pelatihan bagi disabilitas yang ada di desa Pilohayanga, agar mereka menjadi terampil dan punya keahlian dan berkarya. Hingga mereka bisa berwirausaha dan bisa hidup mandiri,” beber Helmi, ditemui usai rapat paripurna.

Sehingga kata Helmi, hal ini untuk menghilangkan stigma di masyarakat bahwa penyandang disabilitas itu adalah beban keluarga.

“Tapi dengan kesempatan berkarya dalam rumah pelatihan mereka akan menjadi penopang kehidupan keluarga,” ujar Helmi.

Sementara itu Kepala Desa Pilohayanga Taufik Husa menambahkan, bahwa di Desa ini ada 16 orang penyandang disabilitas membutuhkan perhatian lebih.

“Saya selaku pemerintah desa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPD yang telah menginisiasi lahirnya Perdes ini, karena ternyata BPD punya semangat yang sama dalam membangun kehidupan yang mandiri bagi penyandang disabilitas yang ada di Desa Pilohayanga,” Imbunya.

Taufik Husa menyampaikan akan segera menindak lanjuti isi Perdes tersebut dengan langka awal akan membentuk Tim. Kami akan membentuk tim dalam merancang langkah-langkah kongkrit dalam mewujudkan keinginan teman-teman BPD yang dituangkan dalam Perdes.

“Kami juga berencana tidak sekedar mengandalkan APBDes dalam merealisasikan Perdes ini, tapi kami juga akan berupaya melalui bantuan dari dinas yang ada di Pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi Gorontalo bahkan kalau perlu sampai ke Kementrian, “ tukas Taufik, di aula Kantor desa Pilohaynga.

%d blogger menyukai ini: