Pranala.co.id (LIMBOTO) – Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo Haris Suparto Tome salah satu peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PIM) Tkt II, angkatan ke VII dikhususkan untuk Jabatan Tinggi Pratama. Untuk pertama kalinya Diklat PIM II ini dilaksanakan menggunakan metode learning distance (pembelajaran jarak jauh) secara Virtual dengan memanfaatkan teknologi Informasi.

Meski di tengah merebaknya pandemi covid-19, tidak menghalangi terlaksanya pendidikan kepemimpinan Nasional tingkat II angkatan VII yang diselenggarakan oleh LAN RI.

Diklat PIM II ini resmi dibuka oleh kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Adi Suryanto, di Hotel Quality, Kamis (02/04). dan diikuti 75 peserta dari berbagai Instansi se Indonesia selama 101 hari.

Photo : Istimewa

Kepala LAN Dr. Adi Suryanto menyampaikan apresiasi kepada para penyelenggara pelatihan ini, meskipun dalam situasi darurat covid-19, akan tetapi masih bisa melakukan terobosan-terobosan sehingga PIM ini dapat diselenggarakan.

“Tentu kita berharap bahwa pandemi ini bisa selesai sehingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara ini bisa kembali normal,” kata Dr. Adi Suryanto.

Menurutnya, meski dengan keterbasan yang ada saat ini, semuanya harus siap dengan situasi maupun kondisi dan siap mencari solusi perubahan.

“Untuk itu pelatihan kepemimpinan Nasional ini memang kita desain untuk membentuk kepemimpinan dalam birokrasi yang memiliki kompetensi dalam memimpin perubahan di instansi masing-masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pentingnya peran seorang pemimpin dalam melakukan perubahan. Karena menurutnya, dalam culture Indonesia peran pemimpin sangat sentral dengan perubahan.

“Kalau pemimpinnya punya motivasi untuk bisa menggerakan perubahan maka saya yakin dibawahnya bisa menjalankaan perubahan dengan cepat,” imbuh Dr. Suryanto.

karena itu, Dr. Suryanto berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan baik meski masih dalam keadaan yang terbatas.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar, meski dengan situasi keterbatasan dan kita bisa mengambil pembelajaran dari kasus ini. Dimana ternyata kita masih bisa mampu bertahan dan bisa melakukan terobosan-terobosan dengan fenomena yang ada saat ini,” pungkasnya.