Pranala.co.id (Telaga) – Polemik Pemilihan Kepala Desa Hulawa Kec. Telaga Kab. Gorontalo terus saja berlanjut. Jika sebelumnya, tudingan kecurangan dan penggelembungan suara berakhir dengan aksi unjuk rasa dan telah dihearing oleh DPRD Kab. Gorontalo, kini calon petahana yang dinyatakan meraih suara terbanyak, Herlina Lihawa dan Panitia Pilkades angkat bicara.

Herlina Lihawa mengatakan pada Pranala.co.id, nampaknya ada upaya dari kandidat yang dinyatakan kalah terus menyebarkan isu dan desas-desus akan ada Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Informasi ini menurutnya mulai mengundang keresahan warga. Padahal dari hasil Rapat dengar pendapat dengan DPRD Kab. Gorontalo , tidak akan dilakukan PSU. “Sepengetahuan saya tidak ada regulasi yang mengatur tentang PSU. Kalaupun dilakukan PSU, warga yang memiliki hak pilih banyak yang mengaku tidak akan melakukan pencoblosan lagi” tuturnya.

Adapun tudingan dari pihak lawan terkait adanya penggelembungan suara, hal itu menurut Herlina tidak terbukti , karena panitia Pilkades telah menjelaskan duduk persoalannya di hadapan Anggota DPRD Kab. Gorontalo saat Rapat Dengar Pendapat (Hearing) kemarin.

Semestinya menurut Herlina Lihawa, setelah dilakukan proses hearing di DPRD, semua pihak menghormati keputusan yang disepakati dengan tidak menyebarkan isu kecurangan dan penggelembungan suara yang justru memunculkan polemik yang berkepanjangan dan meresahkan warga.

Herlina Lihawa juga menyesalkan informasi yang sengaja disebarkan oleh pihak lawan, terutama melalui unjuk rasa kemarin bahwa ia telah dicoret dan kemenanganannya dibatalkan sehingga ia tidak berhak lagi mengikuti proses PSU. “Hal itu saya tidak bisa terima, karena semua informasi itu tidak benar.” tegasnya seraya mengatakan, dalam aturan PSU bukan ranahnya Dewan.

Sementara itu, salah seorang Panitia Pilkades Muhamad Gusti Muda saat dihubungi via seluler menjelaskan, pelaksanaan Pilkades di Desa Hulawa telah berjalan dengan baik sesuai aturan yang berlaku. Mulai dari tahapan awal Pilkades hingga tahapan perhitungan dan rekapitulasi suara secara keseluruhan telah sesuai dengan ketentuan yang ada.

Saat pemungutan suara misalnya, seluruh calon, dan saksi hadir. Yang membuat ia prihatin, justru saat memasuki tahapan perhitungan, saksi dari calon nomor urut 1,2, 3 dan 5 meninggalkan lokasi dan tidak kembali lagi, hingga pada tahapan rekapitulasi suara. Menghadapi kenyataan seperti ini, Panitia Pilkades langsung melakukan Pleno bersama Badan Pengawas Desa (BPD) dan hal itu sudah dapat dipahami oleh seluruh calon dan saksi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pilkades Hulawa kali ini diikuti oleh 5 kandidat dengan komposisi perolehan suara masing-masing, Jasmin Ma’ruf meraih 452 suara, Abdul Wahab Akili 218 suara, Ruli Bahuwa meraih 7 suara, Herlina Lihawa 493 suara dan Lusiana Amara meraih 200 suara. Adapun suara yang dinyatakan sah sebanyak 1370 suara dan suara tidak sah sebanyak 541 suara.