Pranala.co.id (Bolmong) – Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Hal tersebut ditandai dengan kegiatan penutupan Festival Budaya Jawa-Tondano (FESBUJATON) ke-XV yang di hadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo bersama OPD terkait dan Ketua TP.PKK Dr. Fory Naway. Sabtu (29/02/2020) bertempat di Desa Kosio, Kec. Dumoga, Kab. Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow atas terselenggaranya kegiatan ini selama beberapa hari hingga sampai pada acara penutupan.

“Alhamdulillah melalui FESBUJATON ini bisa menjadi pengikat tali silaturahmi bagi kita sekalian, termasuk orang Gorontalo datang di Kabupaten Bolaang Mongondow ini karena festival jawa tondano.”ucap Nelson.

Lanjut Nelson menjelaskan bahwa di kegiatan ini, Ia menilai ada tiga hal yaitu pada kegiatan ini ternyata ada persatuan, semangat dalam membangun, dan partisipasi di dalamnya yang dibuktikan oleh panitia dan seluruh masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow yang ada di sini benar-benar terwujud dalam kegiatan ini.

“Tentunya festival budaya ini harus terus kita dorong bersama karena ini adalah keunikan dan kekayaan kita semua, tidak hanya Jawa-Tondano tapi juga suku-suku yang lain. Sehingga, dengan kegiatan seperti ini kita bisa mengenal budaya masing-masing dan itulah menjadi ajang silaturahmi kita.”ujar Nelson.

Terakhir Bupati Nelson menyampaikan bahwa di Kabupaten Gorontalo ada 7 desa yang ada Suku Jawa-Tondano, yang Ia sudah buatkan SK sebagai Desa Konservasi Budaya Jawa-Tondano.

Photo : ist

Sementara itu Ketua Panitia FESBUJATON Ke-XV Rahmat Hippy menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada seluruh elemen pemerintah baik dari pemerintah desa, kecamatan, daerah, dan provinsi, kepada TNI/Polri serta kepada seluruh masyarakat Bolaang Mongondow yang telah bersama-sama bersinergi untuk menjaga persatuan, perdamaian sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar, dan sukses.

“Dumoga Bolaang Mongondow di mana-mana dianggap adalah daerah yang rawan tapi itu hanya sekadar animo saja. Hari ini saya dan kita semua buktikan bahwa Dumoga menjunjung tinggi persaudaraan mulai dari seluruh Indonesia Timur bahkan sampai di Bolaang Mongondow Raya ini tidak melihat perbedaan. Sehingga kegiatan ini berjalan aman, damai, lancar dan sukses.”ucap Rahmat.

Sementara itu pula Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bolaang Mongondow Ulfa Paputungan menyampaikan terima kasih banyak dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Bapak Prof. Nelson dan seluruh delegasi yang sudah datang di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Lanjut Ulva Paputungan menjelaskan bahwa Budaya yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bolaang Mongondow, baik budaya apapun itu adalah menjadi bagian dari budaya Kabupaten Bolaang Mongondow yang harus kita lestarikan sesuai dengan perintah UU No. 10 Tentang Pengajuan Kebudayaan.

“Bahwa melalui momentum Festival Budaya Jawa-Tondano ini kita jadikan ajang silaturahmi, ajang pembentukan prestasi, serta untuk memelihara dan melestarikan budaya karena budaya merupakan jati diri bangsa.”ujar Ulva Paputungan.