Pranala.co.id, Kabgor – Kabupaten Gorontalo menerima 15 Dokter umum dari Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), untuk membantu para dokter yang ada di 1 Rumah Sakit dan 2 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Gorontalo untuk satu tahun ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan, Roni Sampir, mengatakan (PIDI) ini adalah penugasan dari Kementerian Kesehatan kepada para dokter yang telah menyelesaikan studi di Perguruan tinggi masing masing, untuk mengabdikan diri kepada negara.

“Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendapatkan 15 dokter dalam program PIDI, mereka inilah yang telah menyelesaikan studi tapi oleh Kementerian Kesehatan, masih diwajibkan satu tahun untuk berbakti di seluruh daerah termasuk Kabupaten Gorontalo,” ungkapnya usai menerima 15 dokter dari program PIDI, di Gedung Kasmat Lahay Limboto, Senin (24/5/2021)

Para 15 dokter tersebut berasal dari beberapa perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia yaitu Universitas Jambi (Unja), Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Pembangunan Nasional Jakarta, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Islam Al Azhar Mataram (Unizar), Universitas Cendrawasih (Uncen), dan Universitas Tarumanagara.

Roni menambahkan 15 dokter tersebut akan ditempatkan di Rumah Sakit M.M Dunda Limboto dan Puskesmas Limboto dan Tibawa, dua pusat kesehatan tersebut terpilih, karena dinilai dua tempat tersebut memiliki pelayanan yang banyak untuk masyarakat.

“Kenapa Puskesmas Limboto dan Tibawa, karena pelayanan di dua Puskesmas itu begitu tinggi, sementara di lain sisi kita kekurangan dokter sehingga itu menjadi pertimbangan untuk menempatkan mereka selain di Rumah Sakit Dunda,” ungkapnya.

Terakhir Roni menyampaikan sangat mengapresiasi program tersebut karena telah membantu menutupi kekurangan dokter yang terjadi di Kabupaten Gorontalo, yang khususnya dokter umum.

Sementara itu, koordinator peserta program PIDI untuk Kabupaten Gorontalo, Dr. Riyandi, dari Universitas Sam Ratulangi Manado, mengatakan, dirinya bersama kawan kawan siap untuk membantu pelayanan di rumah sakit dan puskesmas yang telah ditentukan.

“Kami selama setahun ini, terlibat langsung dalam pelayanan, mungkin ada beberapa batasan, tapi secara garis besar kami mengikuti seluruh program kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas yang telah dijadwalkan, kami siap membantu,” ungkap Riyandi.

%d blogger menyukai ini: