Pranala.co.id (Gorontalo) – Salah satu anggota DPD RI Rahmiati Jahja, langsungkan reses masa sidang pertama yang fokus pada persoalan budaya dan pendidikan. Bertempat di Hanthaleya Kabupaten Gorontalo. (30/12/2019)

Rahmiati Jahja mengatakan, Dalam reses kali ini ada 3 hal yang perlu kita lakukan pengawasan antaralain, terkait wacana ujian nasional oleh kementerian pendidikan, sistem keolahragaan nasional, disabilitas yang ditangani oleh dinas sosial, dan BPJS.

“Kunjungan ke Gorontalo, tentunya akan lebih fokus pada pendiddikan dan pariwisata, hal ini tentu untuk Menjaga agar tidak tergerusnya budaya gorontalo, budaya ini akan diperjuangkan masuk dalam kurikulum pendidikan, karena dengan masuknya budaya – budaya lain, takutnya budaya kita akan hilang dengan sendirinya.” Jelasnya.

Lanjut Rahmiati, DPD RI senantiasa akan memperjuangkan kebijakan yang mendukung pelestarian nilai-nilai budaya serta kearifan lokal dalam melestarikan budaya lokal gorontalo hingga 20 tahun kedepan.

“Jika tidak dipelihara budaya gorontalo takutnya 10 hingga 20 tahun kedepan akan tergerus oleh budaya – budaya yang masuk, Dalam reses kali ini saya mengambil tarian dana – dana untuk melihat sejauh mana tarian ini terus terpelihara.” tuturnya.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihaan Gorontalo itu menerangkan, sekarang dirinya sudah berada pada periode ketiga, di komite 3 yang mengatur persoalan pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan kesehatan.

“Semisalnya kata Hanthaleya, orang pasti tanya, ini bahasa prancis atau apa, padahal hanthaleya diambil dari bahasa gorontalo yang sudah di konsultasikan dengan para bate yang artinya selasar atau tempat ngumpul, jadi saya lebih condong budaya di NKRI ini harus masuk di dalam kurikulum.” tegasnya.

Selain dimasukkan dalam kurikulum, tentu budaya Gorontalo juga harus di dukung oleh masyarakat, termasuk para pemangku kebijakan, tentu ini menjadi tanggung jawab bersama dalam melestarikan budaya gorontalo.

“Saya sangat bangga,pada penampilan reses ini, personil tarian dana – dana terdapat pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Namun tarian ini tentu kita harus memahami khakekatnya atau nilai – nilainya, bukan hanya sebatas sampul belaka.” Tandas Rahmiati.

Pelestarian budaya ini tentunya sangatlah penting, Karena budaya menjadi cerminan jati diri daerah dalam memperkuat pondasi pancasila.

“Tujuannya bukan semata-mata memunculkan simbol tetapi dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.” Tutupnya.