Pranala.co.id – Jambore Pemuda Indonesia (JPI) merupakan event Nasional yang setiap tahun diselenggarakan oleh Kemenpora Republik Indonesia dengan melibatkan ratusan pemuda-pemudi terbaik dari 34 provinsi.

Event ini tentu menjadi ajang yang bertujuan, saling bertukar pengalaman untuk menjawab kebutuhan bangsa, berbagi pemahaman tentang keanekaragaman seni budaya, serta berguna untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan dalam meningkatkan keterampilan, terlebih melatih kreativitas menuju kemandirian pemuda, terutama di masa pandemi Covid-19.

Kemenpora RI berharap Jambore Pemuda Indonesia (JPI) tahun 2020, sekalipun diselenggarakan di masa Pandemi Covid-19, wadah ini diperuntukkan sebagai media dalam bertukar pengalaman guna memberikan solusi untuk menghadapi Pandemi yang semakin mengkhawatirkan, dilihat dari meningkatnya jumlah pasien di tiap darerah.

“JPI 2020, kita harapkan berbeda dengan sebelumnya. Dimana lebih banyak inovasi dan kreativitas. semisalkna hadirnya inovasi yang bisa menciptakan sesuatu yang berkaitan dengan harapan dan kebutuhan bangsa saat ini,” ujar Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI, Prof. Faisal Abdullah.

Bakti Pemuda antar Provinsi di tengah Wabah Covid-19

Arifin Majid, selaku Asisten Deputi Bidang Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora RI mengatakan, Kemenpora telah mengirim surat edaran kepada seluruh Dispora Provinsi untuk melaksanakan seleksi peserta JPI tahun 2020 yang dimulai pada (19/11/) di Provinsi masing-masing.

“Kemenpora sudah mengirim surat edaran kepada Dispora Provinsi untuk melaksanakan seleksi JPI. Seleksi tersebut tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Pembatasan jumlah peserta yang hadir saat seleksi, pakai masker, jaga jarak, dan menyediakan alat cuci tangan. Jadi, seleksi peserta dilakukan oleh Dispora provinsi di provinsi masing-masing, mulai tgl 19 November 2020 ini,” ujarnya.

Arifin menambahkan, kegiatan JPI kali ini diselenggarakan secara virtual, pengenalan budaya dari tiap-tiap provinsi melalui pemutaran video, peningkatan wawasan pemuda melalui seminar kebangsaan secara daring, berisi tentang berbagai hal yang dibutuhkan oleh pemuda saat ini, termasuk soal terorisme dan peran pemuda dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Provinsi-nya masing-masing.

Karena situasi pandemi, JPI tahun ini diselenggarakan secara virtual, pengenalan budaya, diskusi dan penyampaian materi terorisme, penanganan Covid-19, dan lain-lain disampaikan secara daring. Sekalipun secara daring, namun kami berharap tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini dapat maksimal dan tercapai sesuai harapan,” pungkasnya.