Pranala.co.id (Kota) – Ratusan massa aksi yang tergabung dalam aliansi mahasiswa dan pemuda Provinsi Gorontalo gelar unjuk rasa di depan kantor Walikota Gorontalo. Jumat (8/11/2019)

Pantauan Pranala.co.id ratusan massa aksi diterima langsung oleh Wakil Walikota Gorontalo dalam menyampaikan beberapa tuntutan.

Taufik Buhungo selaku orator, dalam tuntutannya menyampaikan, Pemerintah Kota Gorontalo harus mendorong DPRD Kota agar membuat perda untuk menindak tegas sanksi kepada para pelaku pana wayer

Taufik pun mengatakan, Meminta kepada Pemerintah Kota Gorontalo untuk dapat melakukan sosialisasi dan panguatan kepada siswa siswi yang ada di kota gorontalo, agar tidak melakukan kegiatan kriminal, sebab sebagian besar pelaku yang terlibat dalam kegiatan kriminal merupakan pelajar

“Kami meminta kepada pemerintah kota untuk dapat memaksimalkan kembali peran petugas pos kamling disetiap wilayah kota gorontalo, serta kepada Polda Gorontalo untuk dapat memberikan tindakan tegas kepada para pelaku panah wayer yang ada di kota gorontalo, sesuai dengan tentuan undang – undang yang berlaku” Tuturnya.

“Kami pun memastikan apakah hari ini Pemerintah kota itu hanya hebat main dimedia ataupun mampu bekerja sampai ke akar rumput” tegasnya.

Semantara itu Pian Hamsa menambahkan, Meminta kepada polda dan resort gorontalo kota agar dapat memaksimalkan kembali kamtibmas disetiap pelosok, melihat keaadan kota gorontalo sudah tidak aman bagi masyarakat yang menetap terutama masyarakat yang beraktifitas dimalam hari.

” kepada seluruh masyarakat tentunya dapat bekerjasama dengan pengawasan pencegahan pelaku panah wayer.” tuturnya.

Lanjutnya, sudah ada 7 korban dalam kasus panah wayer ini yang tentunya meresahkaan rakyat kota Gorontalo,

“melalui media sosial kami melihat pemerintah kota tidak serius, karena semua itu by moment, nanti sudah ribut -ribut baru mau maksimalkan pengamanan dan lain sebagainya. Bagaimana basib mereka para pengemudi bentor, grab dan gojek yang memang pendapatan mereka dimalam hari, terlihat langkah pemerintah kota tidak solutif.” Tegasnya.

Yahya Abdullah selaku Koordinator lapangan mengatakan, Kami tau banyak anggaran yang ada di kota Gorontalo, kenapa tidak dibagikan kepada pihak kepolisian sebagai operasional mereka dalam melakukan razia dan pengamanan di seluruh gorontalo.

“kami mau adanya razia besar – besaran setiap malam hingga masalah ini benar – benar tuntas. Kasus panah wayer ini tentunya sangat mengganggu aktivitas masyarakat termasuk mahasiswa yang sedang menimba ilmu di gorontalo, harus ada bukti kongkrit dari Pemerintah, Jangan habis dirapat saja” tandasnya.

Wakil Walikota Gorontalo, Ryan F Kono mengatakan, pemerintah sudah melakukan rapat koordinasi, dan sudah mengeluarkan surat instruksi. Memang aksi panah ini sudah memprihatinkan kita.

“Saya sangat berterimakasih karena mahasiswa dan pemuda sudah peduli terhadap kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Gorontalo, namun perlu saya tekankan, kami sudah melakukan Koordinasi bersama Kesbangpol, Kasatpol, seluruh camat dan saya perintahkan sesuai yang tertuang dalam instruksi Walikota Gorontalo” Tuturnya.

Lanjutnya, melihat konsep massa aksi, dengan memaksimalkan kembali peran petugas pos kamling, itu sudah tertuang dalam poin yang menjadi pembahasan pemerintah, termsuk mensosialisasikan, penguatan kepada siswa siswi, serta untuk tuntutan terkait meminta kapolda dan polresta untuk dapat memakaimalkan kamtibmas di seluruh pelosok, saya rasa sudah jelas statmen kapolres untuk menindak tegas.

” saya tegaskan, untuk penindakan itu ada di kepolisian, nah kalau untuk poskamling dan kantibmas itu ialah peran di pemerintah kota, saya sudah koordinasi dengan Kapolres, besok akan melakukan rapat forkopimda, dengan lokusnya terkait panah wayer”. Tuturnya.

Diakhir penyampaian, Ryan Kono mengatakan, Sebagai masyarakat yang senantiasa tinggal di Kota Gorontalo, mari sama -sama menjaga stabilitas kota gorontalo dari aksi panah wayer, termasuk mahasiswa diharapkan bisa bersinergi dalam pengawasan.

” walaupun Bapak Walikota sementara mengikuti Lembhanas, sebagai pemimpin di daearah ini, tentunya beliau sangat merasakan.” Tutupnya.