Pranala.co.id (Gorontalo) – Ribuan masyarakat yang tergabung dalam aliansi masyarakat korban banjir, bersatu lakukan penutupan akses lalulintas yang bertempat dijalan jalaludin tantu, Rabu (5/8/2020).

Pantauan awak media pranala, telah terjadi kemacetan panjang selama aksi yang dilakukan masyarakat kampung bugis atas penutupan akses tersebut.

Agung Datau mengatakan, aksi penutupan jalan tersebut sebagai bentuk kegelisahan masyarakat kepada wakil rakyat yang tidak memikirkan solusi.

Foto : Aksi Massa Pemblokiran Jalan

“Sudah banyak masyarakat yang mengalami luka – luka akibat banjir, sementara mereka hanya meninjau banjir yang berada di kabupaten boalemo sementara masyarakat di kelurahan bugis, padebuolo dan lainnya serupa tidak difikirkan.” Jelasnya.

Agung juga mengatakan, selama ini Gubernur Gorontalo tidak hadir menemui masyarakat tentu selama itu pula kami akan menutup akses jalan dari kampung bugis ke arah talumolo.

“Perlu diketahui, kita datang aksi tadi di DPRD berharap wakil rakyat menerima aspirasi kita namun yang terjadi, kami hanya diterima oleh pegawai yang ada di DPRD, hal ini sebagai kegelisahan rakyat .” Tegasnya.

Korlap aksi juga menegaskan, hal ini sangat miris, ketika banjir yang menimpa beberapa kelurahan di kecamatan Kota Timur sudah 7 kali terjadi namun, berbagai pejabat hanya berada di luar daerah dan meninjau banjir yang barusan terjadi di daerah lain.

“Kami akan blokade jalan ini selama gubernur tidak menemui masyarakat kampung bugis, kami tidak perduli terjadi kemacetan perekonomian.” Tutupnya. (RT)