Oleh : Nurhadi Taha

Ada Cerita hadir di kala sebuah Materi dalam Pelatihan Intelejen di suatu lembaga, Cerita ini di ambil pada sebuah latihan militer di Negeri seberang , sebut saja itu militer negara Antartika.

Militer di Negeri itu, sangat berbeda jauh dengan latihan militer di Indonesia Umumnya, proses perekrutan Tentara di Negeri seberang mengutamakan Naluri Intelegensia dan kekuatan Otaknya ketimbang kekuataan fisik dan ototnya.

Di sebuah Kota Antartika di kumpullah para Casis dan Komandan Latihannya, untuk menguji kelulusan dengan berbagai metode, pada pagi semua casis di beri arahan bahwa latihan dan ujian pada hari itu hanya lari keliling Kota Antartika. Maka seluruh Casis itu semua keliling Kota dan Tiba di suatu Hotel, para Casis ini di istirahatkan dan Komandannya memangil salah satu Casis. Casis itupun di perintahakan untuk berdiri dengan seorang perempuan, dan perempuan itu memegang air di atas Blakon hotel sambil menujuk ke arah bawah teman – temannya.Maka ujian inipun di lalui seorang casis.

Casis yang diperintahkan itu, ia mencoba bekerja dengan metode Team Work dan menganalisis perintah, hingga disuatu kemudian mereka membuat sebuah Rekayasa , casis tersebut merubah perannya sebagai petugas perhubungan kota, teman sejawat lainnya pun sementara membuat peran rekayasanya. Di periksalah beberapa daftar tamu yang berjenis kelamin perempuan, saat itu, mulailah mereka merinci setiap tamunya dan akhirnya peran itu di lakukan.

Beberapa teman sejawat casis tersebut telah menemukan tamu, perempuan cantik di lantai 16 dan casis ini pun mulai melakukan perannya langsung naik ke lantai 16 dan mengetuk pintu tamu serta menyapa tamunya.

memohon maaf pada tamunya, untuk bisa memperkenankan bisa masuk dengan tujuan memeriksa balkon di Hotel, dengan sebuah alasan untuk memasang CCTV Hotel sebagai bagian dari pengamanan hotel, karena beberapa hari ini terjadi pembunuhan.

Dengan diberikannya kesempatan itu, mulailah aksi itu di lakukan, Casis berpura – pura ke jendela dan meminta air sambil melihat di atas balkon hotel. Setelahnya ia meminta pada perempuan cantik itu melihat ke bawah pada teman temannya dan casis lainnya. Akhirnya perintah dari komandannya itu di penuhinya berdiri dengan seorang Perempuan sambil memegang Air dan menujuk ke bawah, casis inipun bersama teamnya di nyatakan lulus ujian.

Kontrasepsi soal cerita di atas menyampaikan pesan, bahwa saat ini eranya bukan lagi menjadi sosok yang hebat dengan Ketokohan yang personal, tetapi membangun Kekuataan dengan membangun seutuhnya, mengumpulkan tokoh. Kekuatan Kolektif merupakan sebuah jalan sukses bagi semua profesi.

Di abad milenial telah mengubah pola Kerja, dan fatsun Politik kita, era saat ini bukan lagi kekuataan otot tetapi Otak yang bekerja, Kesuksesan pemenang adalah mereka yang mampu mengkolabarasikan berbagai Keilmuan dengan baik. Tak ada sukses Tanpa Team Work yang Kompak. Begitupun pada soal lainnya.

Membangun Dinasti Politik dan Usaha dalam berbagai sejarah para Tokoh Politik dan pengusaha di Seluruh Dunia, mengalami periode Keruntuhan, Coba Lihat Hitler, ia Kuat banyak Kaki Dinasti di Bawahnya , Tetapi ia Runtuh dan Luluh lantah dengan sendirinya, hal tersebut tentu karena selalu bernafsu ingin berkuasa, sehingga kadang membabi Buta, ia Menyerang musuhnya, begitupun beberapa Kekalahannya menyerang Kelompok lainnya dalam perang orang, sekuat hitler ia pun terjatuh bahkan Runtuh dengan sendirinya.

Menilik Sejarah di indonesia, Runtuhnya beberapa Kekuasaan, semisalkan runtuhnya seorang deklararor, Seorang Soekarno runtuh karena adanya penghinataan dengan mencoba memberi Informasi yang salah, Sehingga menyebabkan beberapa orang – orang dekatnya berkhianat. Soekarno pun tumbang dengan pemberontakan PKI.

Selain Orba, Soeharto juga Tumbang Karena, ia di anggap menumpuk Harta dan memonopoli Ekonomi dan politik dengan beberapa kebijakannya.

Maka kita Dekatkan Pada posisi saat ini, bila ada rezim yang punya jejak demikian, maka rezim itu tinggal sejengkal akan runtuh Kejayaannya, apalagi Zaman dan abad telah mengubah semuanya. Dengan hal itu, perjalan sejarah perlu menjadi diskursus kita, bila membangun Dinasti dan Gaya Diktator akan menumbangkan bahkan ia akan berakhir secara tragis .

Perspektif Lokal Gorontalo.

Di Gorontalo mereka para pemimpin sejak dini telah di beri Nasehat oleh leluhur untuk tidak melakukan Tindakan sewenang Wenang, yang kita kenal dengan bahasa daerah yakni Tujia lo mongoo panggola. Huta, huta lo ito eya,Taluhu, taluhu lo ito eya, Dupoto, dupoto lo itu eya, Tulu, tulo lo ito eya, Dila poluli hilawo Lo ito eya, yang artinya Seluruh tanah adalah tanah milik tuanku, Seluruh air adalah air milik tuanku, Seluruh angin adalah angin milik tuanku, Seluruh api adalah api milik tuanku, tetap janganlah tuanku berbuat sewenang wenang.

Kita percaya atau tidak, tetapi dalam perjalanan sejarah politik dunia telah memberi pelajaran pada kita semua bahwa bertindak sewenang – wenangnya akan mengalami hal yang sama. Apalagi melakukan cara memimpin dengan Gaya Diktator, Maka yakin kepemimpinnya tak akan bertahan lama dan Takkan Ada peradaban yang akan di hasilkan, melainkan yang ada ialah sebuah sejarah atau jejak Kejahatan dan Perilaku yang kurang berestetika.

 

*) Penulis ialah salah satu Pegiat Literasi.