Pranala.co.id (Gorontalo) – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Gorontalo bersama Direktorat Jendral Penataan Agraria Kementrian ATR/BPN mengadakan Ekspos Hasil Integrasi Penyiapan Data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tahun 2020, di Ballroom Grand Q Hotel Kota Gorontalo, Senin (26/10).

Sekretaris Direktorat Jendral Penataan Agraria Kementrian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia Awaluddin dalam ekspos itu mengatakan, akan menjalankan pengkajian di tingkat pusat terkait dengan hasil dari rekomendasi data-data yang diberikan oleh Kantor Wilayah BPN Provinsi Gorontalo tersebut untuk dijadikan sebuah pedoman tindak lanjut.

“Perlu kita ingat ini adalah hasil akhirnya nanti bukan semata-mata untuk BPN, ini data digunakan untuk seluruh stakeholder apabila akan melakukan pembangunan, terutama untuk di gorontalo saya yakin lahan pertanian sangat dipertahankan” Kata Awaluddin

Dalam kesempatan itu juga Awaluddin mengungkapkan, agar lahan pertanian yang ada di Provinsi Gorontalo ini jangan sampai berkurang akibat pembangunan yang dilakukan.

“Mungkin karena luasannya provinsi ini sangat kecil, diharapkan lahannya tidak tergerus oleh pembangunan” harap Awaluddin

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Gorontalo Wartomo bersyukur bahwa di Gorontalo sendiri sudah dapat melaksanakan hasil data dari Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang mereka kerjakan dari bulan maret sampai dengan dilaksanakannya ekspos hasil integrasi penyiapan data ini.

“Ini adalah hasil dari koordinasi dari lintas sektoral. melakukan inventarisasi data, identifikasi data bersama-sama, melakukan pengolahan data, dan melakukan ekspos di tingkat kabupaten/kota dan melakukan integrasi di tingkat provinsi” ucap Wartomo saat diwawancarai awak media

Lanjutnya lagi, dengan adanya kebakuan data tersebut bisa berguna bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam rangka merumuskan suatu kebijakan pembangunan dibidang pertanian dan ketahanan pangan.

“Nantinya data ini akan menjadi pertimbangan penentuan kawasan pertanian pangan berkelanjutan” tutup Wartomo