Pranala.co.id (Telaga) – Mahyudin salah satu warga kabupaten gorontalo yang telah melewatkan 10 Tahunnya untuk tidak dapat berpuasa.

Gejalanya adalah sakit kepala yang terus menerus dirasakan sejak ia duduk di bangku SMP. Awal mula kejanggalan yang dirasakan oleh mahyudin, yang juga sering disebut ibo oleh teman-temannya ini, mengalami kecelakaan motor pada tahun 2009.

Kejadian memprihatinkan ini, membuat mahyudin tak lagi bisa berpuasa dari tahun ke tahun akibat insiden benturan yang terjadi dikepalanya dan membuat kakinya bengkok kekiri.

“Iyo, jadi saya kalo tidor tida bole mokase takage, ato kalo saya lagi babadiam orang kase takage, saya langsung kejang kejang ato dokter bilang juga ini epilepsi, padahal saya tidak ada riwayat penyakit itu.” tuturnya (3/4/2020).

Kejadian ini juga, membuat keluarganya membatasi mahyudin untuk keluyuran hingga larut malam, karena trauma yang amat begitu mendalam oleh pihak keluarga.

Menurut mahyudin, dirinya pun sekarang tidak boleh banyak pikiran atau kecapean yang dapat menyebabkan dirinya kejang-kejang.

“saya pernah berobat ke Makassar, karna takut batok kepala saya dokter mo belah, akhirnya saya lari jadi mo melewati keseharian ini cukup dengan perasaan yang tenang dan senang, kalau stress akibatnya akan kejang – kejang.” Ungkapnya.

Lebih jauh Ibo mengungkapkan, memang berpuasa dibulan suci ramadhan sangat dianjurkan karena dibulan ini sangat istimewa dari bulan lainnya, namun apa daya dengan penyakit yang di derita tentunya dirinya tidak bisa menunaikan ibadah puasa.

“Saya percaya Allah beri keberkahan untuk kita semua dalan menjalani ibadah di bulan yang mulia ini, namun Saya takut, jika saat berpuasa saya mengalami kecapean, dan hal itu nantinya memicu kembali penyakit yang saya derita, apalagi jika terjadi secara otomatis kejang – kejang, tentu keluarga akan lebih panik lagi.” Tutupnya penuh haru.