Pranala.co.id (Limboto) – Pemerintah Desa Se Kabupaten Gorontalo, pekan kemarin menggeserkan anggaran dalam penanganan dampak Covid -19, hal itu diketahui diperuntukkan guna pengadaan Alat Pelindung diri (APD), dan penyaluran bantuan bagi masyarakat.

Mirisnya anggaran yang digeser guna untuk penyaluran bantuan dinilai tidak merata oleh beberapa masyarakat. Salah satunya datang dari pedagang kuliner di pasar buah telaga yang berdomisili di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Ratna Hunowu, Salah satu masyarakat mengakui, hingga saat ini pihaknya tidak pernah mendapatkan bantuan sembako dari pihak aparat desa ditengah penanganan Covid -19.

“Jangankan bantuan sembako untuk Corona, bantuan – bantuan kemarin saja, saya tidak pernah dapa perhatian atau bantuan dari Desa Hulawa, padahal setiap bulan torang di ambil data, tidak tau data itu untuk kepentingan apa, kalau bo pro rakyat kinapa saya tidak pernah dapa.” Ungkapnya. (16/4/2020)

Dirinya pun mengungkapkan, Rezeki untuk menghidupkan keluarga, tentunya harus dengan berdagang, sementara di kondisi seperti ini pengunjung/pelanggan sangat berkurang, dihari biasa dirinya meraup keuntungan setiap malam mendapatkan 500 ribu, namun dengan situasi saat ini dirinya hanya meraup keuntungan 45 ribu setiap malamnya.

“Torang ba jual itu mulai pukul 15.00 WITA, dan harus tutup dibawah Pukul 22.00 WITA sesuai maklumat Bupati, torang iko perintah bupati karena torang tau ada bantuan dari desa dalam hal ini sembako, tapi apa yang terjadi sampe skarang ini, jangankan bantuan, perhatian pemerintah desa saja tidak pernah ada, bo dorang – dorang yang dia kase tapi torang tidak pernah mo dapa, so dari tahun – tahun kemarin ini bantuan bo dialuwo, terpaksa torang harus tetap bajual, biar nanti polisi mo marah, dan kalau tidak laku jualan terpaksa bawa pulang, kalau bagini turus stenga mati mo hidop, torang harap Bupati bisa mo bantu, torang ini susah.” Jelasnya penuh haru.

Sebagai pedagang lauk ia juga mengatakan, dirinya pernah dijelaskan salah satu pengunjung dagangannya bahwa, setiap desa menggeserkan anggaran untuk membantu masyarakat hingga beberapa tahap.

” bantuan mana ini, torang ini tidak pernah dapa tau kalau ada bantuan, dorang bilang so lapisan ka 3 ini bantuan, jangankan lapisan ka 3 sedang lapisan pertama torang tidak tau deng tidak pernah dapa, so barapa lapisan skarang ini.” Tandasnya.

Sementara itu, Herlina Lihawa Selaku Kepala Desa Hulawa melalui Via seluler mengatakan, pergeseran anggaran mengenai dampak Covid -19 diperuntukkan untuk penyemprotan desinfektan dirumah – rumah warga, pembagian sembako dan pembagian masker bagi masyarakat lanjut usia (Lansia).

“Dana yang digeser berjumlah 92 juta lebih, untuk pembagian sembako hanya 1 tahap dan itu sudah selesai.” Ungkapnya.

Lanjut Herlina, untuk penyaluran sembako, Pemerintah Desa tidak membagikannya kerumah – rumah Warga, jadi, selama masyarakat tidak menjemputnya maka aparat desa tetap menunggu atau stand by di kantor desa.

Ditanyakan seberapa efektif informasi yang disampaikan terkait penyaluran bantuan sembako dampak Covid -19 kepada masyarakat, Kepala Desa Hulawa enggan menyampaikannya, hingga berita ini diterbitkan.