Pranala.co.id (Opini) – Sebagai Negara Demokrasi, kita telah usai melangsungkan Pemilihan Kepala Daerah pada 9 Desember 2020 kemarin, entah terlibat sebagai penyelenggara,pengawas tim sukses, serta sebagai kontestan yang bertarung dalam bursa Pilkada.

Beberapa kandidat yang hadir pada kontestasi kemarin tentu memiliki gagasan yang tepat dan bijaksana, serta memiliki Ciri khas yang berbeda dalam merebut simpati masyarakat. Entah dari segi Strategi dan taktiknya hingga sumber daya manusia yang dirangkulnya.

Pertarungan Pilkada di beberapa Daerah yang berada di Provinsi Gorontalo, beberapa bulan kemarin kondisinya terbilang sengit, mulai dari Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorontalo hingga Kabupaten Bone Bolango.

Beberapa figur yang bertarung dengan begitu gagahnya seorang panglima politik, tak pernah gentar dengan apa yang mereka hadapi, bahkan setelah diumumkan real count, beberapa diantaranya terbilang tidak terima dengan hasil suara yang diperolehnya, Beberapa lawan di 3 Daerah tersebut, sempat mengajukan gugatan ke DKPP hingga ke Mahkamah Konstitusi. Hal ini terbilang sebagai mental para panglima tak mudah kendor dengan apapun yang dihadapinya, dikarenakan masing – masing dari mereka adalah putra daerah yang bersedia sepenuh hati membangun Daerahnya lebih maju.

Terkadang kita lupa atau mengabaikan angka hoki yang juga disebut sebagai angka kemujuran, Pada pesta Demokrasi tak bisa dipungkiri, setiap orang tentu memiliki kemujuran dan takdir masing – masing, ada yang ditakdirkan oleh sang pencipta sebagai figur yang kalah bahkan ada pula yang ditakdirkan harus menang.

Pilkada dan Legitimasi

Pilkada seyogianya sebagai sebuah proses yang memberikan legitimasi rakyat kepada masing -masing kontestan untuk bertarung, kontribusi rakyat terbilang nyata saat momentum tersebut. Pilkada tidak hanya sebagai sayembara bagi para elit untuk mengukur kemampuannya hingga kemujurannya. Hal ini tentu juga sebagai sebuah instrumen atau wadah untuk pembelajaran masyarakat, guna menganalisa program pemimpin yang selaras dengan harapan mereka, siap membawa keselamatan dan kesejahteraan serta mewujudkan kedaulatan rakyat yang sesungguhnya.

Olehnya, bagi mereka kandidat yang terpilih tentu ke depan agar bisa lebih amanah dalam merealisasikan janji – janji yang dibisikan pada daun telinga konstituennya, dan tidak hanya melihat pilkada hanya sebatas mendapatkan legitimasi kekuasaan dari rakyat, namun betul – betul menjalankan peran sebagai Nakhoda Penyelamat Rakyat melalui kebijakan – kebijakan yang dilahirkan.

Sinergitas Rakyat dan Pemimpin

Kemajuan sebuah daerah tergantung Kolaborasi antara Rakyat dan Pemerintah, sejauh mana kebijakan yang dilahirkan pro terhadap rakyat tentu Daerah itu akan berjalan dengan semestinya sesuai yang menjadi cita – cita bersama.

Para elit politik tidak sepantasnya membiarkan para rakyat yang menjadi pendukung di pasangan lain terus menjadi lawan politiknya, hal ini dikarenakan semuanya telah usai yang ditandai dengan putusan MK. Bisa saja mereka (masyarakat) yang berbeda pilihan tidak serta merta menjadi lawan yang sesungguhnya, hanya saja mereka sedang belajar meruncingkan pisau analisisnya dalam perpolitikan yang ada.

Peradaban baru akan lahir ketika setiap pemimpin yang terpilih mampu menanggalkan egosentrisnya demi merangkul  mereka yang kalah sebagai teman berpikir. Pesta Demokrasi yang sehat lahir atas kontribusi nyata rakyatnya. Berbeda Gerbong sesuatu hal yang wajar dalam setiap perhelatan hal itu sudah menjadi hal yang tabu di tengah hiruk pikuk pada momentum pilkada, hanya saja yang tak wajar hanyalah mereka yang tak mau merangkul dan mereka yang tak mau dirangkul.

Pasca ditetapkannya Kepala Daerah yang terpilih, Rakyat tidak hanya hadir sebagai penyumbang suara pada momentum kemarin, namun dalam lima tahun kedepan, Rakyat memiliki peran khusus dalam mengontrol jalannya pemerintahan, serta lahirnya produk kebijakan – kebijakan yang baru. Pemimpin juga bertanggung jawab memberikan ruang – ruang bagi mereka sang pemilik keabsahan (suara) untuk melontarkan kritik – kritik guna mewujudkan Good Governance, sehingga terciptanya Harmonisasi untuk Daerah. *(Redaksi)*