Laporan : Ali Mobiliu

“Dimensi lainnya yang menarik dari kepemimpinan Nelson adalah, sikap elegan, egalitarian dan demokratis yang terus terpancar dalam denyut pemerintahan dan kepemimpinannya. Disebut elegan, karena Nelson tidak mengenal pejabat atau rakyat jelata. Baginya siapapun yang berada di hadapannya adalah insan manusia yang harus disambut, disapa, disalami, dihormati, dihargai dan direspon keberadaannya”

Begitu banyak sisi lain yang menarik dari kepemimpinan Nelson, terutama gaya kepemimpinannya selama menjadi Bupati Gorontalo dalam kurun waktu 4 tahun belakangan ini. Yang lebih menaik lagi, ciri khas dan jatidiri kepemimpinannya selama di kampus dan di beberapa organisasi, tetap menjadi bagian penting yang turut memberi warna dan keunikan tersendiri. Meski menjadi Bupati, Nelson tetap tidak berubah, masyarakat tetap melihatnya sebagai sosok guru dan pendidik, yang memandang setiap insan yang menjadi rakyatnya dan siapapun yang berada di sekitarnya adalah deretan insan-insan pembelajar yang senantiasa membutuhkan atau merindukan pengayoman, perhatian, kesempatan dan keberpihakan.

Semua itu menjadi sangat identik dengan Nelson, karena prinsip-prinsip dasar kepemimpinannya yang meletakkan segala bentuk program, kebijakan, sikap dan perilakunya yang bermuara pada 3 elemen penting, yakni ilmiah, amaliyah dan akhlaqiyah.

Artinya, dalam bekerja, Nelson menyandarkan pada ilmu sebagai kunci keberhasilan untuk melahirkan sebuah karya yang dapat memberi manfaat bagi orang banyak, sehingga menjadi sebuah amal jariyah dalam hidup dan kehidupan. Amaliyah akan semakin lebih bermakna bila diikuti dan dilandasi oleh akhlakul qarimah, meliputi sikap sabar, tulus dan ikhlas.

Itulah sebabnya, dalam setiap momentum penting di hadapan aparatur pemerintahannya, Nelson senantiasa menekankan pentingnya prinsip, kerja cepat, kerja tepat, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Pekerjaan apapun yang dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat akan menjadi cepat, tepat dan tuntas apabila memiliki ilmu dan akan menjadi sangat bermakna bila dikuti oleh sikap ikhlas.

Dimensi lainnya yang menarik dari kepemimpinan Nelson adalah, sikap elegan, egalitarian dan demokratis yang terus terpancar dalam denyut pemerintahan dan kepemimpinan Nelson. Disebut elegan, karena Nelson, tidak mengenal pejabat atau rakyat jelata, baginya ketika berada di hadapannya adalah manusia yang harus disambut, disapa, disalami, dihormati, dihargai dan direspon keberadaannya.

Egaliterian Nelson juga sangat terlihat dari kepemimpinannya yang tetap konsisten “melayani” di manapun ia berada. Di tengah kunjungan lapangan bahkan saat ia tengah berlibur dengan keluarga sekalipun, ketika ada aparaturnya yang meminta tanda tangan, selalu dilayaninya tanpa melalui alur protokoler yang ketat.