Pranala.co.id (Limboto) – Sistem Informasi Menejemen (SIM) adalah suatu proses pengumpulan data secara sistimatis sehingga menghasilkan suatu informasi sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan. SIM PKK diharapkan mampu memberi data keberadaan dan kondisi masyarakat serta semua sarana dan prasarana yang ada secara cepat, tepat, akurat dan menyeluruh mulai dari tingkat Dasawisma, Desa/ Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi sampai ketingkat pusat.

Penyediaan data inilah merupakan salah satu tugas Kader PKK yang ada di Desa. Oleh sebab itu Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo telah memprogramkan Pelatihan SIM PKK bagi seluruh Pengurus PKK Desa dan Kecamatan sejumlah 1568 orang yang akan dibagi dalam 5 gelombang (205 Desa dan 19 Kecamatan). Akan tetapi dengan adanya Pandemi C19 yang melanda kita, maka pelatihan dengan mengumpul sejumlah orang tidak diperkenankan lagi.

“Untuk itu kegiatan Pelatihan SIM PKK ini akan diubah metodenya menjadi Pelatihan model Daring dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat secara bertahap,” Kata Ketua TIM penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Dr. Fory Armin Naway, selasa (09/06/2020), saat ditemui di ruang kerjanya di kantor sekertariat PKK Kabupaten Gorontalo.

Fory Naway mengatakan, awalnya kegiatan ini telah dijadwalkan awal bulan april 2020. Namun karena masih dalam situasi pandemi covid-19, pelatihan ini hingga mengalami penundaan dan sudah diputuskan untuk dilaksanakan secara daring.

“Tujuannya adalah Disamping untuk meningkatkan kualitas Kader PKK dalam pengetahuan dan ketrampilan pengambilan data, pelatihanSIM PKK ini juga bertujuan untuk Menjalin silaturahim antar sesame Pengurus dan Kader PKK untuk dapat saling memberikan informasi dan berbagi pengalaman serta memberikan motivasi dalam pelaksanaan tugas guna mencapai hasil yang optimal,” Kata Fory Naway.

Bunda PAUD itu menjelaskan, dengan dilaksanakan pelatihan SIM PKK diharapkan mampu memberikan data dan informasi terkait pelaksanaan 10 program PKK secara cepat, akurat dan mneyeluruh di tingkat dawa wisma dan desa.

“ Selanjutnya data tersebut dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan dan program oleh Pemerintah mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten sehingga intervensi yang dilakukan akan semakin tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan warga masyarakat,” Tutur Fory Naway.

Dia pun mengungkapkan, pelatihan ini akan bekerjasama dengan dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Gorontalo serta Tim IT yang sudah berpengalaman. “Tim IT akan dihadirkan termasuk sejumlah nara sumber yang ahli dalam pengembangan IT tersebut,” Tandasnya.