Pranala.co.id (Gorontalo) – Ribuan masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Gorontalo (AMG) yang menolak disahkannya Omnibus Law Undang-undang Cipta kerja  menggelar aksi unjuk rasa di perlimaan Kota Gorontalo, Kamis (08/10/2020)

Mereka menentang keputusan yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR RI yang telah mengesahkan regulasi tersebut di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu orator massa aksi menungkapkan bahwa gerakan aksi ini juga merupakan bentuk kritikan kepada pemerintah. Dimana pemerintah pusat sama sekali tidak peduli apa yang menjadi tuntutan dan keresahan masyarakat kecil terkait disahkan UU Cipta Kerja tersebut.

Terlebih, sejumlah poin dalam aturan itu dianggap tidak adil. Sebab, satu sisi memberikan karpet merah kepada para pengusaha, investor dan tenaga kerja asing, namun di sisi lain justru mengebiri hak-hak dari para pekerja.