Pranala.co.id (Limboto) – Beredar informasi terkait Wacana pembukaan kembali kegiatan di sekolah pada Juli 2020 dihembuskan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen). diketahui hal tersebut Dalam rangka memasuki kehidupan gaya baru (New Normal).

Menindak lanjuti kebijakan Pemerintah Pusat dalam rangka akan dibukanya kembali fasilitas pendidikan (sekolah ), hal ini diketahui, Pemerintah Daerah akan menyesuaikan dengan anjuran pusat.

Zubair Pomalingo selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kab.gorontalo mengatakan, Pemda sampai hari ini akan terus meninjau dan menunggu perkembangan yang ada.

Sesuai petunjuk kementerian tentunya hal ini akan didiskusikan kembali, dan melihat kondisi daerah, termasuk seluruh pendidik memang benar – benar ada pernyataan sehat dari Covid-19.

“tenaga pendidik kita, kurang lebih berkisar 5 ribu orang, ketika dibuka kembali sekolah, tetunya tenaga pendidik harus memperlihatkan surat pernyataan bebas dari covid-19 dan hasil test dan hal ini masih dalam persiapan dan pengkajian.” jelasnya. (3/6/2020)

Salah satu indikator New Normal sudah disususn juga oleh Pemda, terlepas dari tahun ajaran baru mulai bulan juli, tetapi kan belum ada ketentuan Pendidikan jarak jauh (PJJ) atau dialog langsung, dan terpenting harus dipilih mata pelajaran yang harus berlangsung secara tatap muka, termasuk kisaran siswa hanya bisa kurang lebih 15 orang yang akan berada di dalam kelas dengan metode berjauhan dengan jarak 1.5 meter. Hal ini tentunya akan diperbincangkan dengan tim pengkaji.

“kesiapan guru ditingkatan TK atau paud harus prima dalam mengawasi anak didikya semisalkan saling bersentuhan secara langsung apalagi saling tukaran masker. serta sekolah harus mengedepankan protokol kesehatan sekolah, dengan mengadakan masker baru untuk anak didikannya yang diambil melalui Dana BOS.” Terang Zubair.

Zubair Poalingo juga menjelaskan metode yang akan digunakan jika kembali dibukanya fasilitas pendidikan, Tentunya Kabupaten Gorontalo akan menggunakan 2 metode, yakni pendidikan tatap muka dan pendidikan jarak jauh.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menabahkan, Jika Rencana fasilitas pendidikan akan segera dibuka,tentunya Pemda Kabupaten Gorontalo akan melakukan pengkajian lebih matang dengan beberpa tim ahli Kabupaten gorontalo.

“Pemda kabupaten Gorontalo sampai hari ini terus meninjau fasilitas – fasilitas umum yang akan kembali dibuka termasuk sarana dan prasarana pendidikan, hal ini masi menjadi perencanaaan, sehingga sampai sekarang kita terus mensosialisasikan persiapan penerapan new normal ditengah masyarakat.” jelasnya.

Lebih lanjut Nelson menjelaskan, jika memang pemerintah pusat kembali membuka sarana pendidikan, Kabupaten Gorontalo berencana akan mengeluarkan edaran kepada seluruh tenaga pengajar (Guru), untuk mlangsungkan pengujian kesehatan melalui rapid test, hal ini dilakukan untuk meminimalisir ketakutan orang tua siswa.