Pranala.co.id, (Limboto) – Pandemi virus corona saat ini sedang menghantui hampir seluruh negara di dunia. Langkah pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona, pemerintah melakukan berbagai macam hal diantaranya memberlakukan pembatasan aktivitas warga oleh pemerintah. Untuk mengurangi beban warga yang berada di rumah pemerintah telah berupaya akan memberikan berbagai macam bantuan di antaranya bantua kementrian sosial yang di anggarkan melalui APBN, dinas sosial dan bantuan yang di anggarkan melalui dana desa dan kelurahan.

Dengan banyaknya bantuan tersebut maka menimbulkan banyak spekulasi dari masyrakat di antaranya bantuan sosial tunai yang langsung di transfer melalui rekening masing masing penerima.

Kepala bapeda cokro katili menjelaskan memang benar kami sangat memahami apa yang telah menjadi persoalan dalam pemberian batuan apalagi di tengah tengah bencana semacam ini, memang ada kecemburuan sosial yang terjadi di tingkat masyarakat utamanya masyarakat yang terdalam (Desil 1 dan 2). Karena mereka terima adalah BPTN/ Sembako yang nilainya hanya 200 ribu /bulan. Sementara BST yang di tranfer oleh kementrian ke masing masing rekekeng penerima 600 ribu /bulan. Tapi kata cokro, yang BST ini hanya berlaku untuk 3 bulan. “ Sementara penerima BPTN dan PKH akan di berikan tiap bulan. BST maupun BLT dari dana desa sesungguhnya adalah program mengatasi dampak covid-19 dan hanya tiga bulan pelaksanaanya,” Tambah Cokro.

Jadi bagi masyrakat yang tidak mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) tak perlu cemas itu hanya berlaku 3 bulan saja tambah cokro.

Cokro melanjutkan kemudian soal data yang juga menjadi polemik memang kami akui karena itu data lama, bayangkan ada juga yang mendapatkan bantuan sosial tunai orang yang sudah meninggal sehingga karena memang itu bantuan dari kementrian langsung. “saya menghimbau warga tak perlu cemas, semua ini sama, adil dan merata,” Tutup Cokro