Pranala.co.id – Sekolah Anti Korupsi Indonesia gelar HAKORDIA, bertempat di Hutan Pinus Motilango Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. (27/12/2020).

Menariknya kegiatan itu dilangsungkan secara sederhana dengan konsep menyatu dengan alam, turut dihadiri langsuung oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo, Pendamping Ekowisata, Pengurus SPAK, Para mahasiswa dari lintas Organisasi serta  Anggota DPR RI Hj. Ida Sayyidah.

Selaku Ketua Panitia Nandar Pakaya, S.H mengatakan, berlangsungnya kegiatan ini tanpa bantuan dari pihak lembaga kampus serta dari instansi terkait namun kegiatan ini berlangsung atas inisiatif oraganisasi Sekolah anti Korupsi, walaupun di tengah pandemi covid-19, para panitia tetap mengedepankan Protokol Kesehatan, diantaranya para peserta diwajibkan menggunakan masker.

“ini kegiatan kali ke 3 yang dilaksanakan SAKSI dan terpenting kegiatan ini berdasarkkan Swadaya pengurus, memang di Gorontalo terdapat beberapa hutan Pinus yang bisa dijadikan lokasi untuk pelaksanaan HAKORDIA, namun Karena akses ke Hutan Pinus Motilango lebih hemat dan aksesnya tidak terlalu jauh, maka pengurus memilih lokasi tersebut. Belajar dengan alam tentunya para peserta tidak secara monoton menerima ilmu yang diberikan, seperti diruang – ruang kelas pada umumnya, sehingganya kegiatan ini kita laksanakan disini, ” Terang Ketua panitia

Lokasi Hutan Pinus Motilango ini sudah sejak awal diperkenalkan para mahasiswa Universitas Ichsan Gorontalo sebagai lokasi Kuliah Kerja Lapangan dalam hal menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi ke 3 Pengabdian Terhadap masyarakat, setelah penarikan mahasiswa kembali ke Kampus, maka apa yang telah dibuat oleh mahasiswa tersebut dilanjutkan ole SAKSI dan dikonsepkan menjadi hutan pendidikan, hal ini telah bekerja sama dengan aparat desa.

Menjadikan Hutan pinus sebagai Wadah Pendidikan, tentunya agar para generasi di desa ini termasuk para mahasiswa atau pelancong yang datang, bisa teredukasi dengan berbagai kegiatan yang dilangsungkan, sehingga kedepan berdampak pada bagaimana masyarakat dapat memelihara serta merawat hutan tersebut agar tidak rusak seperti hutan – hutan lainnya,

untuk menjadikan hutan ini benar – benar sebagai wadah literasi, Sekolah Anti Korupsi Indonesia (SAKSI) akan merencanakan kedepannya pembangunan rumah literasi, agar bisa dimanfaatkan para pemuda yang berada di lokasi ini untuk bisa menambah pengetahuannya .

“Saya Berharap kegiatan ini tidak hanya berakhir di kegiatan ini, namun bisa lebih berkembang lagi, sehingga silaturahmi antar sesama bisa saling terjaga, terpenting untuk mahasaswa yang hadir bisa mengajak organisasi lainnya.” pintanya.

Hj. Ida Sayyidah Dinobatkan sebagai Pemateri dalam kegiatan HAKORDIA guna mengedukasi para peserta Peran Pnting Mahasiswa Berantas Korupsi.

Sementara itu Ketua SAKSI, Jupri menambahkan, kegiatan ini dirancang tidak hanya memperinati HAKORDIA, namun ini menjadi momentum yang tepat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat termasuk mahasiswa, bahwa berbicara korupsi tentu tidak hanya sebatas Kasus Makro, Tetapi korupsi itu sudah masuk juga hingga ketataran desa, olehnya SAKSI mengajak teman – teman dari Inspektorat Kabupaten Gorontalo juga terlibat dalam membahas persoalan – persoalan yang terjadi, termasuk kehadiran Anggota DPR RI Hj. Ida Sayyidah untuk memberikan edukasi terhadap bagaimana memerangi korupsi di tangkatan mahasiswa dan masyarakat.

“saat ini kita masih kepada penguatan kapasitas dulu, setelahnya akan diarahkan ke wilayah Advokasi, terpenting dengan adanya kegiatan ini masyarakat sudah bisa mengetahui bahayanya korupsi dalam kemajuan bangsa dan daerah, termasuk pila – pola pendampingannya.” Terangnya.

lanjut Dosen Hukum di salah satu Universitas Swasta yang berada di Gorontalo, Bebricara terkait pencangan Hutan Pinus sebagai hutan Pendidikan, memeng kita ketahui bersama, Hutan Pinus di Gorontalo ini terdapat di 2 wilayah, diantaranya, Hutan Pinus Dulamayo dan Hutan Pinus Motilango, nah alasan memilih Pinus yang berada di motilango, karena memang kita akan memberikan warna baru yang lebih ke wilayah Ekowisatanya,

“Saya berharap kedepannya Hutan Pinus ini menjadi wadah pendidikan bagi masyarakat, mahasiswa termasuk para generasi yang berada di Desa ini untuk meningkatkan belajar mengajarnya, Meramaikan Hutan ini menjadi tujuan kita juga agar perutaran ekonomi masyarakat di wilayah ini meningkat, ketika ekonomi meningkat maka masyarakat di wilayah ini tentu mencapai sebuah kesejahteraan hhingga berdampak pada lahirnya generasi – generasi emas dikemudian hari yang bisa belajar atau melanjutkan studinya ke luar daerah, untuk membawa Daerah ini lebih baik dan jauh dari Korupsi yang ada.” Tandasnya.

%d blogger menyukai ini: