Pranala.co.id-Plt Bupati Thariq Modanggu dijadwalkan akan dilantik pada Senin 27 Juni sebagai Bupati definitif untuk sisa masa jabatan Bupati hingga 2023 mendatang.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Gorontalo Utara, Irwan Usman, seketika terbersit kenangan dan kesaksiannya. Bagaimana kiprah, suka dan duka perjuangan sosok Thariq Modanggu dalam menghimpun dan menggalang komitmen kebersamaan masyarakat Gorontalo Utara sejak tahun 2003 demi terwujudnya Daerah Otonom Baru (DOB) terpisah dari daerah induk Kab. Gorontalo.

Dari rentetan proses perjuangan, kerja keras dan suka duka yang datang silih berganti yang menyelimuti seluruh aktifis yang tergabung dalam Komisi Pembentukan Kabupaten (KPK) Gorut kala itu, maka jika dirunut dan dimaknai saat ini, betapa hasil tidak pernah mengkhianati proses.

Menurut Irwan Usman, benar ungkapan yang mengatakan, siapa yang menanam, maka dialah yang akan memetik.

Siapa yang menanam kebaikan,maka dia jualah yang memanen kebaikan. Sebaliknya, siapa yang menanam keburukan, maka dia pula yang memanen keburukan.

Selain itu, salah satu hikmah yang juga terbersit dalam benak Irwan Usman terhadap proses perjuangan, kesabaran dan keikhlasan Thariq Modanggu dalam percaturan politik dan dinamika demokrasi di Kab. Gorontalo Utara adalah, ternyata sabar dan ikhlas itu akan berbuah mekar dan indah.

Prinsip perjuangan Thariq Modanggu hingga tidak mudah goyah, tidak gentar dan mentalitasnya yang tidak rapuh dari berbagai tantangan yang menghadang sungguh terbukti dan layak menjadi rujukan siapapun untuk meraih sukses.

Prinsip perjuangan bahwa “menanam padi sudah pasti tumbuh rumput, tapi menanam rumput jangan berharap tumbuh padi” adalah ungkapan yang selalu terlontar dari figur Thariq Modanggu kala itu untuk menggugah semangat para aktifis KPK untuk tidak mudah putus asa terhadap berbagai tantangan yang menghadang.

Irwan Usman yang kala tahun 2003 itu menjabat Kepala SDN 1 Ponelo Kec. Kwandang dan ditunjuk oleh Thariq Modanggu sebagai Ketua Simpul Pembentukan Kabupaten Gorut ini, mengakui bahwa semenjak tahun 2007, ketika Gorut resmi menjadi sebuah Kabupaten, ia benar-benar mengakui, dan meyakini bahwa dalam hidup dan kehidupan ini ternyata “menanam” kebaikan untuk kemaslahatan orang banyak adalah sebuah keniscayaan.

Tuhan maha adil, maha mengetahui sehingga tidak ada sebutir pasir pun yang bergerak tanpa sepengetahuan Allah SWT.

Itulah spirit Thariq Modanggu hingga selama ini tidak pernah mengklaim atau mengaku-ngaku atau mengungkit jasa-jasanya sebagai Ketua KPK Gorut dan deklarator Kab. Gorut.

Bahkan saat kampanye di kontestasi Pilkada selalipun, Thariq Modanggu tidak pernah menunjukkan diri sebagai sosok yang berjasa, justru sebaliknya ia selalu memberi perhatian, memuji dan mengapresiasi sahabat-sahabatnya yang ikhlas berjuang.

Oleh sebab itu, dimana-mana Thariq Modanggu selalu berujar bahwa lahirnya Kab. Gorut adalah buah dari perjuangan kolektif seluruh rakyat Gorut yang harus terus dan dikawal oleh seluruh rakyat Gorut.

Paling tidak, itulah sekelumit kenangan dan kesaksian Irwan Usman yang sejak tahun 2003 bersama-sama dengan KPK Gorut yang dipimpin Thariq Modanggu memperjuangkan Gorontalo Utara.

Yang menarik lagi menurut Irwan Usman, meski pernah gagal saat pencalonan pada Pilkada di Gorut tahun 2008 dan 2013, namun Thariq Modanggu tidak lantas uring-uringan, mengeluh apalagi mengumpat, melainkan ia tetap tersenyum, sabar dan ikkhlas yang membawa pada satu kesimpulan, betapa Thariq Modanggu sudah sangat “matang” dalam berdemokrasi.

“Ini adalah fakta dan kesaksian murni datang dari kalbu yang paling dalam,bukan koprol apalagi ABS, tapi semua ini adalah sebuah hikmah yang mengandung nilai pendidikan dan pembelajaran di dalamnya”. Tandas Ketua PGRI Gorut ini.

Bagi Irwan Usman, posisi jabatan Bupati yang diraih Thariq Modanggu saat ini, adalah, buah dari proses dan jalan panjang yang sungguh berliku dan tidak mudah.

Itulah sebabnya, jalan hidup Thariq Modanggu boleh disebut menyuguhkan lembar-lembar kertas yang mengukir untaian kata dan kaimat yang mengandung hikmah sehingga layak menjadi bahan renungan tentang bagaimana menjalani hidup untuk meraih sukses, yaitu “menanam kebaikan, maka suatu ketika akan memetik kebaikan pula”.

Untuk itu sebagai sesama pendidik, sebagai bawahan seperjuangan di KPK dan Saat ini juga diberi amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Irwan Usman menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikan Thariq Modanggu sebagai Bupati definitif sisa masa jabatan hingga 2023 mendatang.(MM)

%d blogger menyukai ini: