Pranala.co.id-salah seorang tokoh yang namanya tidak bisa dilepaskan dari alat bunyi Polopalo adalah Rusdin Palada, ketertarikannya terhadap polopalo tidak hanya karena keunikan alat musik ini yang mengandung pesan- pesan moral tapi juga keunikan bunyi dan bentuknya yang mengandung filosofi di dalamnya.

Menurut Mohamad Ichsan, S.Pd, budayawan Gorontalo, Polopalo pada zaman dulu tidak hanya digunakan sebagai alat bunyi yang dimainkan oleh para penduduk, khususnya petani di desa-desa, tapi juga sebagai simbol perjuangan untuk melawan musuh, terutama pada zaman Belanda, Hal itu terlihat dari bentuknya yang runcing pada ujung Polopalo.

Selain itu, Polopalo yang memiliki satu lubang mengandung nilai-nilai serta pesan moral bahwa walaupun sudah berhasil yang disimbolkan melalui bunyi, seorang anak tidak boleh melupakan asal kejadiannya sebagai hamba yang diciptakan oleh Allah yang Maha Esa, Tuhan yang satu yang dititipkan melalui rahim seorang ibu.

Itulah sebabnya menurut Dr. Alwaritz Nggole, M.Si seorang tokoh yang saat ini getol mengangkat pamor dan dikenal sebagai srikandi Polopalo, terutama kepada generasi muda kekinian, menuturkan bahwa.

semangat Rusdin Palada yang mulai mempopuleran Polopalo sejak era tahun 1980-an tidak hanya terilhami oleh bunyi yang dihasilkannya yang merdu dan dapat dikolaborasikan dengan alat musik modern lainnya, tetapi juga terilhami oleh nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam polopalo.Semangat kemudian motivasinya untuk mempopulerkan Polopalo itu dilakukan dengan penuh pengorbanan, meski kekurangan dana, namun ia rela dan ikhlas mengeluarkan uang pribadinya demi membawa polopalo hingga tampil di ajang nasional bahkan internasional.

Menuru Dr. Alwarits, tahun 2004, Rusdin Palada bersama Rivai Humonggio tampil untuk pertama kalinya di TVRI Nasional mengangkat alat musik Polopalo, Tahun 2007, ia membawa nama Gorontalo
menampilkan alat musik Polopalo di Negara Austria.

Semangat serta komitmen Rusdin Palada mempopulerkan Polopalo sejatinya menjadi inspirasi generasi muda Gorontalo untuk lebih mencintai dan melestarikan Polopalo sebagai warisan leluhur Gorontalo
yang tak ternilai harganya.

Pewarta : Agung Nugraha

%d blogger menyukai ini: