Pranala.co.id-Kepala Desa (Kades) Tutuwoto Kec. Anggrek Kab. Gorontalo Utara Adelia Kadoli, meluruskan pemberitaan media ini, Ahad (15/1) lalu, terkait keberangkatan dirinya ke Jakarta pada Desember 2021 lalu yang dituding tidak sesuai prosedur.

Menurutnya, keberangkatannya ke Jakarta itu, diketahui oleh Badan Permuswaratan Desa (BPD) Tutuwoto. Buktinya, saat berangkat ia didampingi oleh 2 anggota BPD.

Dijelaskannya, tujuan perjalanan dinas itu dalam rangka melihat sejauh mana perkembangan dan tata kelola Bumdes yang ada di daerah lain yang sudah maju dan telah tercatat baik di Kementerian.

Untuk itu Adelia menegaskan bahwa perjalanan Dinas itu, sudah sesuai Permendes nomor 3 dan PP 11 tentang Bumdes

Output dari perjalanan dinasnya bersama 2 anggota BPD kala itu, ungkap Adelia lagi, memiliki dampak positif pada legalitas Bumdes dan nama baik Bumdes .

Buktinya, Bumdes yang baru di Desa Tutuwoto, saat ini secara legalitas telah berbadan hukum bahkan sudah terdaftar di Kementerian

Diakuinya, Bumdes lama berdiri pada tahun 2017 di era Kades definitif pertama Taufik Hilimi yang ketika itu mendapatkan Anggaran berupa penyertaan modal sejumlah Rp 50 juta yang ,bergerak di bidang usaha Sarana Prasarana Program Pendidikan (Saprodi)

Terkait pergantian pengurus BumDes, Adelia Kadoli membantah pemberitaan yang menuding dirinya melakukan pergantian pengurus secara mendadak.

Ia mengakui, proses pergantian itu sudah jauh-jauh hari dipersiapkan dengan terlebih dahulu melayangkan undangan ke pengurus lama supaya ada pertanggungan jawaban kepengurusan.

Hanya saja sebanyak 3 kali undangan dikirim, pengurus lama tidak merespon dan memenuhinya.

“Kami pihak Pemerintah desa sudah 3 kali mengundang, tapi tak kunjung direspon. Perihal undangan yang kami kirimkan bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban, akan tetapi Bumdes lama tak memenuhinya ” tandasnya

Namun demi kelangsungan usaha Bumdes ke depan, pihaknya mengambil langkah untuk melakukan proses pergantian pengurus.

Lagi pula, ujarnya, kepengurusan Bumdes lama telah melewati 3 tahun masa kepengurusan sehingga wajar dilakukan penyegaran.

Sementara itu, tudingan tentang penarikan dana Bumdes yang terkesan dilakukan secara tergesa-gesa, ia beralasan, bahwa uang itu akan digunakan untuk membayar pembelian mobil pick Up bekas dari tangan pertama. Jika berlama-lama mobil tersebut akan dijual ke orang lain.

Sementara mobil itu sangat dibutuhkan oleh BumDes untuk kenderaan operasional dalam pendistribusian Air Minum RO yang menjadi sektor usaha Bumdes.

Ditambahkannya, selaku Kades, ia sejak awal sudah mengarahkan BumDes untuk menggarap usaha Depot Air Minum RO yang menurutnya cukup prospektif.

Untuk itu, BumDes membutuhkan mobil pick up untuk kelancaran distribusi.

Di bagian lain, Adelia Kadoli berharap, melalui klarifikasi ini, maka persoalan perjalanan dinasnya beserta masalah lainnya yang terkait dengan Bumdes, tidak perlu dibesar-besarkan, karena apa yang ia lakukan selama ini, semata-mata demi mengemban tugas sebagai Kepala Desa yang sejak awal bertekad ingin mengembangkan usaha Bumdes yang sehat sehingga ke depan, dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Desanya.

Ia juga berharap, jika ada persoalan yang mendera atau mengganjal terkait pemerintahan desa, sebaiknya dikomunikasikan terlebih dahulu secara baik-baik untuk mendapatkan solusi penyelesaiannya.

Sebagai kades, Adelia mengaku bahwa sejak awal ia sudah berkomitmen untuk menyelenggarakan pemerintahan desa sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.(MM)

%d blogger menyukai ini: