Pranala.co.id-Penghuni Rusunawa Kampus Universitas Muhammadiyah Gorontalo (Umgo) mengeluhkan uang tambahan Rusunawa yang diberlakukan pihak Kampus.

Salah seorang mahasiswa penghuni Rusunawa yang tidak ingin namanya disebutkan mengakui, dibalik pemberlakuan tambahan sewa tersebut, tidak berbanding lurus dengan fasilitas yang diberikan seperti kondisi Rusunawa yang tidak memiliki petugas kebersihan dll.

Menurutnya, setiap bulannya, mahasiswa dikenakkan tambahan biaya Rp.150 ribu dan Al-Islam Rp. 225 ribu dan biaya token yang juga harus menjadi beban mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan harus membeli air mineral atau air gelon di dalam kampus yang harganya lebih tinggi dari harga di luar kampus yang setiap saat terus naik yanv saat ini sudah dijual Rp.7 ribu per gelon.

Jika ada mahasiswa penghuni rusunawa yang kedapatan membeli di luar kampus dikenakkan denda Rp.75 ribu dan jika gelon rusak dibebankan denda Rp. 80 ribu.

Dibalik ketentuan itu, WiFi di Rusunawa juga sering off atau tidak berfungsi, kondisi kebersihan Rusunawa juga yang tidak terjamin.

Tidak hanya itu saja, mahasiswa penghuni asrama juga mengeluhkan hukuman yang berlebihan, teutama kepada mahasiswa penghuni asrama putri.

Termasuk yang dikeluhkan mahasiswa adalah, tidak efektifnya sistem perkuliahan dan tambahan mata kuliah dan ketidak jelasan Jas Almamater beserta tes kesehatan bagi mahasiswa program berasrama yang dipungut biaya sebesar Rp 10 ribu pada hari pertama, setelah hari berikutnya tidak ada lagi pungutan biaya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait hal itu, Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan yang juga penanggungjawab Rusunawa UMGO, Afris Ara Tilome menjelaskan, pihak kampus sudah menjelaskan perihal dana tersebut sudah dijelaskan dalam brosur bahwa semua kegiatan A,B,C,D, mencakup Rp. 1,2 juta itu sudah termasuk Jas Almamater Rp. 1 juta plus Biaya MBKM bersama.

” Tadinya kami belum begitu, tapi untuk menaikan akreditas yang berada di Bulan September ini, kami sudah harus menjalankan, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan kami sudah melakukan itu di asrama, dengan 10 SKS,” ungkap Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan juga selaku penanggungjawab Rusunawa UMGO, Afris Ara Tilome, saat di temui, Kampus Umgo, Jum’at (24/9/2022).

Lebih lanjut kata Afris, untuk masalah biaya tersebut, pihaknya sudah menghitungnya dengan MBKM Mandiri, dalam pembiayaan Rp. 1.2 juta itu termasuk biaya honor , konsumsi buka puasa dan santap sahur.

Sementara itu terkait uang Rp. 150 ribu yang dikeluhkan itu, menurut Afris Tilome, itu bukan biaya asrama melainkan biaya pemeliharaan asrama dan biaya untuk memenuhi kebutuhan air, Listrik dan lain-lain.

Sementara untuk asrama Putri sebesar Rp. 200 ribu, menurut Afris Tilome karena kosnya dikontrak oleh kampus yang tadinya setiap mahasiswa harus bayar Rp. 450 ribu per bulan, sekarang hanya dikenakkan Rp. 225 ribu..

“Uang itu mereka bayar kontrak, itupun disetorkan ke pemilik kos. Memang mereka bayar ke kampus lalu pihak kampus yang akan bayar ke pemilik Kos, dan kita bayar satu kamar itu seharga Rp. 450.000 perbulan ada isi tidak ada isi kami bayar. Konsekuensinya yang mau tinggal di Al-islan itu bayar segitu, karena di Rusunawa ini tidak cukup peserta,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, untuk yang Rp. 10 ribu itu biaya untuk beli alat Taspek serta tes Urin, itu berlaku bagi mahasiswa baru, dan itu wajib. Total mahasiswa di Rusunawa berjumlah 288 orang, ini dilakukan pergelombang, dan ini gelombang pertama.

” Untuk pembelian air galon, kita juga memberikan kebebasan buat mereka, terserah mereka ingin membeli air di mana, tapi masa kita punya pabrik air sendiri, malah beli pabrik air orang lain,” katanya.

Pewarta : Agung Nugraha

%d blogger menyukai ini: