Pranala.co.id –  Jelang Pemilihan Kepala Daerah serentak yang jatuh pada 9 Desember 2020, tepat di 3 Kabupaten yang berada di Provinsi Gorontalo, Polda Gorontalo langsungkan talk show Ngopi Bauini (Ngobrol Pintar bahas Update terkini) dengan Tema Cerdas Memilih Pilkada yang Berkualitas Bagi Baangsa Yang Berkemajuan.  (6/12/2020).

Menariknya kegiatan ini turut dihadiri oleh Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Budaya, Serta Kabag DAL Ops Polda Gorontalo

Alim Niode dalam pemaparannya mengatakan, dalam pemdekatan budaya, memilih pemimpin tentunya harus memilih pemimpin yang punya konsisten dalam menjalankan nilai – nilai kebudayaan daerah serta memiliki ide-ide yang baik untuk kemajuan daerah tersebut.

“Marilah kita memilih pemimpin yang sesuai keyakninan dan kepercayaan kita yang mampu untuk memajukan bangsa ini, dan tidak memilih para pemimpin yang mengedepankan serangan fajar.” Tegasnya.

Sementara itu, Haris hako mengatakan, untuk mengantarkan Pemimpin, Dari disi keagamaan, tentunya masyarakat harus memilih calon pemimpinyang siddiq, amanah atau bisa dipercaya, bisa memajukan daerah, serta memiliki karakter yang fatonah.

“Untuk seluruh masyarakat, pilihlah pemimpin yang baik dari yang terbaik demi daerah lebih baik. Jika pun telah terpilih calon kepala daerah, saya berharap tidak ada perpecahan, namun bergandenglah tangan antar sesama.”Jelasnya.

Karim Pateda selaku Tokoh Adat mengatakan, Setiap yang menjadi pemimpin di Gorontalo itu menggunakan adati lo umulo, artinya harus menjadi pemimpin yang amanah. Serta moodelo atau mengedepankan pelayanan dalam memakmurkan masyarakat. Tentunya seorang pemimpin harus cerdas dan harus menjalankan amanah rakyat.

Setiap pemimpin harus punya niat yang tulus dan adil dalam memimpin rakyatnya. Karena setiap pemimpin harus dilihat dari kehati – hatiannya berjanji, orang yang sudah berjanji maka dia harus berupaya menjalankan janjinya, jika dia lalai dalam hal tersebut maka perlu dipertanyakan dasarnya untuk menjadi pemimpin.

Akbp hadra dotulong ,SH,  Kabag DAL OPS Polda Gorontalo menambahkan, personil yang akan diturunkan pada pengamanan pilkada tentu bervariasi sesuai lokasinya, karena 3 daerah yang melangsungkan Pilkada tersebut.

Setiap polres menurunkan personilnya masing – masing,  di Pohuwato personil yang diturunkan berjumlah 424 orang, Kabupaten  Bonebolango 484 dan untuk Kabupaten Gorontalo berjumlah 353 personil. Serta keseluruhan personil yang diturunkan berjumlah 1.459 personil Polri.

“Selama tahapan pemilihan berlangsung saya berharap setiap masyarakat yang akan mencoblos tetap mengedepankan protokol kesehatan, dan menjaga keamanan agar tetap kondusif.” Tuturnya.

Untuk tidak terjadi kerumunan di TPS tentunya Polda akan bekerjasama dengan KPU untuk membatasi jumlah pemilih pada tiap TPS.

“Ditengah pandemi ini kita mengimbau untuk sama-sama bekerja dalam mematuhi protokol kesehatan guna menurunkan angka covid-19.

%d blogger menyukai ini: