Pranala.co.id-Memperingati Ulang Tahun ke-4 Musisi Seniman Gorontalo (MSG) Provinsi Gorontalo dan Rise Award 2021. Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd mendapatkan Penghargaan Tokoh inspirator Budaya, sabtu (18/12/2021).

Melalui pantauan media online Pranala, Terbentuknya Provinsi Gorontalo melalui Undang-undang Nomor 38 tahun 2000, tidak dapat dilepas dan dilepaskan dari sosok Prof. Nelson Pomalingo.

Ia tidak hanya tampil menjadi sang Deklarator pementukan Provinsi Gorontalo, tapi juga menjadi sumber inspirasi dan simbol pemersatu, yakni mampu menyatukan seluruh organ pembentukan Provinsi Gorontalo ke dalam satu wadah Presidium Nasional (Presnas) Pembentukan Provinsi Gorontalo.

Menjadi inspirator, karena semasa perjuangan pembentukan Provinsi Gorontalo tahun 1999-2000, salah
satu isu yang disuarakannya secara lantang, adalah tentang semangat mempertahankan marwah dan
jati diri Gorontalo, sebagai salah satu dari 19 daerah adat di Indonesia yang kaya akan nilai serta, filosofi warisan leluhur Gorontalo, baik sejarah, adat-istiadat, bahasa dan seni budaya Gorontalo.

Saat menjadi Rektor IKIP Negeri Gorontalo selanjutnya menjadi Rektor Universitas Negeri Gorontalo, melalui program dan kebijakannya, ia terus mendorong dan memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengekpresikan minat dan bakat seni, membentuk sanggar seni, Opera, sanggar seni, pagelaran seni yang demikian marak di Gorontalo ketika itu dan hingga kini terus eksis.

Demikian pula saat menjadi Rektor Universitas Muhammadiya Gorontalo, komitmen yang sama terus
digelorakkannya di kalangan civitas akademika UMG.

Ketika dipercaya menjadi Bupati Gorontalo 2016, Bupati Nelson mencanangkan program Gemilang dengan 3 pilar pembangunan, yakni pendidikan, agama dan budaya.

Melalui 3 pilar itulah,maka setiap program dan kebijakannya bertumpu pada konstruksi bangunan nilai-nilai ilmu, agama dan budaya yang terintegrasi secara konsisten.

Hal itu tidak sekadar retorika tapi menjadi sebuah realitas yang prospektif. Sebagai bukti, di era kepemimpinannya, pusat ibukota Limboto tampil lebih elegan dengan hadirnya Taman Budaya yang
didesain dengan menggabungkan unsur agama dan budaya melalui sentuhan seni dan keindahan.

Tidak hanya itu saja, Prof. Nelson juga mencanangkan Desa Talumelito sebagai Pusat Konservasi Budaya yang hingga kini menjadi pusat pendidikan, pelatihan dan pusat pengembangan adat-istiadat, bahasa dan seni budaya Gorontalo. Di tempat ini juga telah dicanangkan program gerakan penanaman tamaman adat Gorontalo.

Di era kepemimpinannya, Prof. Nelson mencanangkan Festival Danau Limboto yang telah tercatat dalam memori publik sebagai ajang promosi berbagai potensi kekayaan warisan budaya leluhur Gorontalo yang terus dikenang sepanjang masa.
Ia juga merintis sebuah lembaga yang diberi nama Pusat Informasi Budaya Gorontalo atau PUSI yang hingga menjadi tempat tujuan bagi para wisatawan, para peneliti, akademisi, para pelajar, mahasiswa
dan pemerhati budaya Gorontalo, baik dari mancanegara, tingkat nasional, regional dan lokal Gorontalo, untuk mendapatkan berbagai seluk-beluk informasi tentang Gorontalo.

Untuk memberikan kemudahan
dan akses informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakay PUSI Gorontalo kini sudah dilengkapi dengan Pojok Baca Digital (POCADI).

Yang menarik lagi, pada tahun 2021 ini, Prof. Nelson juga mencanangkan pembangunan Gedung Kesenian Gorontalo di Kompleks Taman Budaya dengan merehabilitasi bekas Kantor Dinas Perhubungan Kab. Gorontalo yang kelak diharapkan dapat menjadi wahana bagi para sejarawan, budayawan,
seniman-seniwati dan kreator seni di seantero Gorontalo untuk berkolaborasi dan menghimpun kekuatan dalam melestarikan serta mengembangkan budaya warisan leluhur Gorontalo.

Satu hal yang menjadi prinsip dasar Prof. Nelson dalam kepemimpinannya bahwa sehebat apapun seseorang, orang Gorontalo tetaplah orang Gorontalo yang di saham setiap desahan nafasnya terdapat nilai-nilai luhur sebagai orang Gorontalo yang beradab, bermartabat dan berbudaya.

Pewarta : Agung Nugraha

%d blogger menyukai ini: