Pranala.co.id-Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo pada 24 Desember 2021 ini genap berusia 59 tahun. Ia terlahir sebagai anak sulung dari 10 bersaudara, pasangan Soekarno Pomalingo (almarhum) yang semasa hidupnya berprofesi guru dan Hj. Nelly Tuli yang juga seorang guru.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan ulang tahun kali ini, tetap berlangsung sederhana, hanya tiupan lilin, diiringi doa dan ucapan dari keluarga dekat dan sahabat karib.

Sebagai sosok yang berasal dari keluarga sederhana dan dari kalangan terdidik, suami dari Prof. Dr. Fory Armin Naway, M.Pd ini, sangat menyelami kondisi masyarakat yang masih diterpa oleh pandemi Covid-19

Selain itu, sebagai sosok pemimpin yang semasa kecilnya menjalani kehidupan yang serba sulit di sebuah kawasan terpencil Desa Buhu Kec. Tibawa, pada era tahun 1960-an, menjadikan Prof. Nelson, selalu tampil sederhana, meski sudah menjadi orang nomor satu di Kab. Gorontalo.

Jika merefleksi dan merunut jejak hidup Prof. Nelson selama ini, ternyata ada hal yang menarik. Ia boleh disebut sebagai sosok multi dimensional yang memilki ragam dimensi kehidupan yang dinamis.

Salah satu dimensi kehidupannya yang menarik adalah ; Nelson bukan pemimpin yang dilahirkan, tapi pemimpin yang “Terlahir” yang sejak kecil sudah memiliki benih-benih kepemimpinan, sudah matang dalam menghadapi berbagai tantangan, bahkan sejak awal telah memiliki “modal sosial’ yang lebih dari cukup untuk tampil sebagai pemimpin.

Salah satu medan pergulatannya yang paling menonjol, selain sebagai akademisi, ia juga memiliki komitmen, dedikasi dan ketertarikan khusus di sektor pertanian.

Buktinya, selepas SMA, ia mendaftar di Fakultas Pertanian Unsrat Manado dan setelah berhasil meraih gelar Insinyur Pertanian tahun 1986, Nelson muda pernah berkarir sebagai Guru di Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Limboto. Selanjutnya, pada 1988 merintis berdirinya Sekolah Menengah Teknologi Pertanian, Perikanan dan Peternakan (SMTPPP) Telaga (sekarang SMK Gotong Royong Telaga).

Demikian juga saat menjadi Rektor UNG, berdirinya Fakultas Pertanian menjadi salah satu fokus utama perhatiannya. Saat menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Prof. Nelson juga mendirikan Fakultas Pertanian bahkan Perikanan dan Kelautan.

Pada 2020, ia merintis berdirinya Madrasah Aliyah Kejuruan, (MAK), pertama dan satu-satunya di Gorontalo yang berbasis pertanian. Demikian juga pada 2020, Deklarator Provinsi Gorontalo ini merintis berdirinya Politeknik Pertanian Gorontalo yang saat ini masih menunggu izin operasional dari Kemendikbudristek.

Komitmennya yang tinggi di sektor Pertanian ini, terus dimanifestasikannya secara konkrit, saat menjadi Bupati Gorontalo yang dituangkan dalam program dan kebijakannya yang berpihak pada petani dan sektor pertanian.

Dari deretan kiprahnya yang menonjol di sektor pertanian, maka tidak mengherankan jika Doktor Pendidikan Lingkungan Hidup Universitas Negeri Jakarta ini, hingga sekarang dipercaya sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Gorontalo. Dari sini dapat diperoleh gambaran bahwa komitmen dan keberpihakannya di sektor pertanian diakui dan diapresiasi di tingkat nasional.

Sisi lain yang juga menarik dari seorang Nelson adalah ; Desember bukan saja bulan kelahirannya, tapi juga bulan keramat bagi Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo ini.

Pada 5 Desember 2000, misalnya, merupakan moment penting dan bersejarah bagi seorang Nelson. Maklum saja, pada tanggal itu, Provinsi Gorontalo lahir, seiring disyahkannya Undang-Undang Nomor 38 tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Gorontalo oleh DPR-RI, dimana Nelson ketika itu merupakan Ketua Presidium Nasional (Presnas) Pembentukan Provinsi Gorontalo.

Moment lainnya, pada Desember 2001, Nelson dipercaya sebagai Rektor IKIP Negeri Gorontalo dan dilantik pada awal Januari 2002. Kemudian, pada Desember 2012, Nelson juga dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Pada Desember 2009, Nelson juga mendapatkan kehormatan sebagai peserta pendidikan LEMHANAS di Jakarta selama 3 bulan.

Tidak hanya itu saja, pada Desember 2015, lagi-lagi dewi fortuna berpihak padanya, ia dan wakilnya Fadli Hasan, dinyatakan unggul pada pemilukada serentak ketika itu.

Pada Desember 2020, Prof.Nelson kembali mengulang sejarah terpilih untuk periode ke-2 sebagai Bupati Gorontalo berpasangan dengan Hendra Hemeto.

Pada Desember 2013, jika tidak keliru, Nelson juga dipercaya menjadi Anggota Badan Akreditasi Nasional Pendidikan (BAN) Pusat.

Bulan Desember 2006 dan Desember 2009, juga memiliki kesan tersendiri bagi Nelson. Mengingat di bulan itu, terjadi penyerangan kampus UNG yang dipimpinnya, yang dikenal dengan Tragedi Desember 1 dan Desember 2.

Yang jelas, bagi Nelson, Desember adalah bulan yang penuh makna, bulan dimana ia lahir dan bulan di mana ia selalu bangkit, memainkan peran penting bagi negeri leluhurnya, Gorontalo tercinta.

Komitmennya untuk Gorontalo sudah terbukti, teruji dan diakui serta diapresiasi oleh banyak pihak.

Lebih dari itu, kiprahnya untuk Gorontalo selama ini dan keberadaannya sebagai orang Gorontalo selama 59 tahun terlahir ke dunia ini, sungguh sangat bermakna, ia telah menghadirkan karya dan karsa yang disadari atau tidak diaadari, diakui atau tidak diakui telah mewarnai dinamika Gorontalo yang telah tercatat dengan tinta emas dan kelak akan menghiasi lembaran sejarah Gorontalo masa depan. Selamat Ulang Tahun Pak Prof. Semoga tetap dalam limpahan Rahmat dan berkah Allah SWT. (Ali Mobiliu).

%d blogger menyukai ini: