Pranala.co.id-Tekad dan cita-cita Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kabupaten Gorontalo Utara untuk menguasai Gedung Parlemen Molinggapoto mulai diwujudkan dengan berbagai kiat, konsep dan strategi politik taktis yang terarah dan terstruktur.
Salah satunya dapat dilihat dari kejelian dan kepekaan Pengurus DPD II Golkar di wilayah Utara Gorontalo ini dalam melakukan proses rekrutmen calon Anggota DPRD yang sangat selektif dengan memilih figur-figur yang berkualitas dan berpotensi meraih suara signifikan pada Pemilu 2024 mendatang.
Untuk wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Anggrek – Monano misalnya, Ketua DPD II Partai Golkar Thariq Modanggu nampaknya berhasil menempatkan 5 bakal Calon Anggota DPRD yang cukup potensial. Disebut demikian, karena 5 figur calon Partai Golkar tersebut memiliki jejak kiprah yang mengesankan di Dapil Monano-Anggrek.

Foto istimewah
Sebagai gambaran, di sektor Tengah antara Anggrek. Monano terdapat kader yang berpengalaman yang sudah 2 periode menduduki kursi Fraksi Golkar, yakni sosok Lukum Diko.
Selain Lukum Diko, sosok lainnya yang cukup potensia mendulang suara adalah Devita Takahipe. Meski terbilang pendatang baru, namun srikandi yang akrab disapa Devi ini diprediksi akan menambah kekuatan besar Suara Golkar dan akan mmenuhi hasrat Partai Golkar dalam pemenuhan 2 Kursi di wilayah Anggrek Monano.
Sebagai seorang perempuan aktif yang memiliki rekam jejak di masyarakat, Devi mendapat kepercayaan untuk berkiprah secara lebih luas lagi dalam percaturan politik menuju Pemilihan Legislatif pada 14 Pebruari 2024 mendatang.

Foto istimewah
Kepercayaan yang diberikan tersebut, selain didasarkan pada kiprahnya di masyarakat, juga ditunjang oleh hasil survey internal Golkar yang menempatkan Devi sebagai sosok perempuan yang tidak saja mendapat dukungan real dari masyarakat, tapi juga karena kemampuan dan kapasitasnya yang layak menjadi wakil rakyat sebagai representasi politik masyarakat Kecamatan Anggrek dan Monano.
Tidak hanya itu saja, srikandi pendatang baru kelahiran Garapia Asli Monano ini menjadi representasi dari kaum millenial yang diyakini memiliki kemampuan menyuarakan aspirasi kaum millenial, kaum remaja, kaum perempuan serta elemen masyarakat Monano-Anggrek. Bahkan dibandingkan dengan calon lainnya, Devi termasuk sosok perempuan yang dinilai cukup ideal karena terterima di semua kalangan masyarakat.
Tidak heran, jika kehadirannya dalam bursa calon Anggota DPRD Kab. Gorontalo Utara pada Pemilu 2024 mendatang, membuat para calon lainnya harus bekerja keras untuk bersanding dengannya, termasuk para calon petahana.
Salah satu ciri khas Devi selama ini, adalah kapabilitasnya yang selama ini selalu tampil ramah, cerdas dan memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari berbagai kiprahnya di masyarakat yang senantiasa berada di tengah-tegah masyarakat dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun.
Intensitasnya bersama masyarakat terus saja dimanifestasikan melalui kegiatan “blusukan”yang jika diamati mendapat respon positif dari masyarakat. Ibu dari 2 anak ini mengaku, kedekatannya dengan masyarakat tidak hanya pada momentum menjelang perhelatan Pemilu 2024 mendatang, melainkan sudah menjadi rutinitasnya sebagai warga masyarakat yang harus “terpanggil” untuk berbuat bagi masyarakat.
Bagi Devi, terpilih atau tidak terpilih, itu persoalan kedua, yang terpenting itu adalah semangat dan komitmen untuk berbuat dan menyelami kondisi real kehidupan masyarakat di Desa-desa.
“Terpilih menjadi Aleg Gorut Itu soal kedua, yang utama dan terpenting bagi saya dan Teman teman Bacaleg Golkar itu adalah, nagaimana kami bisa bekerja dan mengabdi untuk masyarakat, dan masyarakat itu jualah yang bisa menilainya sendiri” jelasnya.
Dijelaskannya, berbagai upaya yang dilakukan selama ini, mulai dari kegiatan blusukan mendatangi masyarakat, pada hakekatnya berawal dari keterpanggilan untuk menyelami kondisi kehidupan masyarakat sehingga sejak awal dirinya akan mengetahui secara jelas apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, baik untuk saat ini maupun di masa mendatang.
“Dengan blusukan, kita dapat melihat langsung kondisi masyarakat yang darinya akan diperoleh gambaran tentang kondisi masyarakat sehingga ke depan, ketika takdir berpihak pada dirinya menjadi Anggota DPRD sudah tergambar apa yang harus dilakukan dan diperjuangkan untuk rakyat” tandanya saat dimintai tanggapannya terkait kegiatan blusukan yang ia lakukan di masyarakat dalam beberapa bulan terakhir ini.
Menurutnya, seorang calon Anggota DPRD itu tidak hanya berpikir bagaimana mendulang kemenangan, tapi yang terpenting itu, apa yang harus dilakukan dan diperjuangkan untuk rakyat, ketika ia ditakdirkan dan digariskan oleh Tuhan menjadi Anggota DPRD.
Oleh karena itu menurut Devi, seluruh calon Anggota DPRD dari Partai Golkar saat ini memiliki konsensus bersama, bahwa selain melakukan blusukan untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat, menyelami aspirasi dan kepentingan masyarakat, juga terselip semangat untuk memberikan edukasi politik yang mencerahkan kepada masyarakat.
“Kami tidak hanya fokus pada dukungan suara namun kami berupaya membangun citra politik yang baik, positif dan konstruktif dalam memberikan edukasi yang mencerahkan di era demokrasi saat ini dan ke depan” tandanya.
Selain itu, dalam kaidah politik di Partai Golkar, setiap kader tidak hanya bicara Kepentingan individu-individu para calon, melainkan bagaimana merapatkan barisan, membangun konsolidasi, mewujudkan solidaritas dan soliditas suara Golkar agar ke depan Partai ini akan terus berjaya menyuarakan kepentingan dan aspirasi masyarakat.
Suara Golkar adalah suara rakyat dan suara rakyat adalah suara Golkar, menurut Devi, tidak hanya ungkapan retoris, melainkan ungkapan yang penuh arti dan makna bagi setiap calon anggota DPRD dari Partai Golkar termasuk dirinya yang sudah sejak awal menghayati dan memaknainya dengan hati nurani yang paling dalam. (MM)
